HALILINTARNEWS.id,TERNATE-Pariwisata Ternate yang terkesan tidak terurus. Kekayaan potensi wisata belum dikelola sebagai destinasi wisata nasional. Fasilitas pendukung seperti hotel kurang terawat. Kritik itu disampai kan DPRD Jawa Timur saat kunjungan kerja (kunker) ke DPRD Kota Ternate dan Bappelitbangda.
Obyek wisata pantai, bahari, serta obyek wisata sejarah dan budaya seperti benteng bekas pen jajahan Portugis dan Belanda tidak terawat dan kerajaan Kesultanan Ternate berdiri kokoh itu belum dikelola sebagai destinasi wisata nasional.
“Kami ke Ternate karena ada kesul tanan yang cukup populer di Indonesia, Kesultanan Ternate, tapi kami tak mendengar Kesultanan itu dijadikan destinasi wisata nasio nal,” kata Anggota DPRD Jatim, Ubaidillah, Minggu (30/7/2023).
Politisi PKB ini mengatakan, DPRD Jatim menyambangi Bappeda (Bappelitbangda) dan mendorong
Kesultanan Ternate dijadikan desti nasi wisata nasional dan obyek wi- sata lain dikelola dengan bawsat ik agar menarik orang datang di Ternate.
Fasilitas pendukung pengembang an pariwisata seperti akomodasi bagi wisatawan mancanegara dan nusantara atau orang datang berkunjung ke Ternate, masih perlu mendapat perhatian dari pengelola akomodasi tersebut.
“Kami nginap di Sahid Bela Hotel koh kurang terawat, sehingga orang kadang-kadang datang di sebuah kabupaten/kota ceritakan ke teman-temannya. Kalau ceritanya tidak positif, biasa temannya malas juga datang ke Ternate,” ujarnya.
Karena itu, menurut Ubaidillah, DPRD Jatim menyarankan ke DPRD Ternate sidak Dinas Pariwisata untuk pastikan pengawasan dari aspek sosial hotel-hotel ikut dalam rangka menyukseskan lebih sesuai dengan visi misi Wali Kota.
“DPRD Ternate mengingatkan Dinas Pariwisata tak bosan mengawasi aspek sosial agar hotel- hotel tera- wat. Orang tertarik datang, hotelnya pun bagus-bagus. Kota rempah ini indah dan destinasi wisata menak- jubkan,” ucap Anggota Komisi A itu.
DPRD Jatim tidak hanya mengkritik, tapi juga memberikan saran. “Kamu menawarkan solusi agar Ternate perkuat destinasi wisata. Karena dengan adanya destinasi wisata, maka akan banyak infrastruktur yang mengikutinya,” kata dia.
Ubaidillah memberi contoh,seperti Labuabajo. Kalau ada destinasi nasional, maka infrastruktur itu mengikuti sehingga orang mau datang ke Ternate ini tidak kecewa. Banyak pesawat yang terbang kesini, hotelnya juga bagus-bagus.
Dirinya mendong DPRD Ternate pro- aktif datangi Kementrian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif percepat Geopark jadi destinasi nasional. Karena sudah menjadi destinasi nasional nanti jalan, bandara dan anggaran dibantu. Itu menjadi sesuatu yang menguntung kan Ternate sendiri,” ucapnya.
“Kami juga sarankan ke Wali Kota melalui Kepala Bappelitbangda yang juga mantan Kadis Pariwisata itu melakukan kegiatan-kegiatan kreatif, seperti festival-festival yang mengeksplorasi potensi lokal kepada publik,” paparnya.
Reporter : Wis
EditorΒ Β Β Β Β : Supriadi Sanusi
halilintarnews.id. 2023











