Gadis Diduga Pembohong Berada di Ternate, Isu Diklat SMK Putra Bahari Terbukti “Fiktif”

Oplus_131072


HALILINTARNEWS.id, TERNATE – Seorang gadis berinisial ANS Badarab kembali menjadi sorotan warga Kota Ternate setelah muncul dengan cerita bohong mengenai kegiatan pendidikan dan latihan (Diklat) di SMK Putra Bahari Ternate.

Hasil penelusuran tim investigasi Halilintar News mengungkap bahwa pengakuan ANS tersebut tidak benar alias fiktif.

Pemilik rumah tempat ANS pernah menumpang, Ahmad BS, membenarkan bahwa gadis itu memang sempat tinggal bersamanya di Kelurahan Bastiong, Ternate.

> β€œBenar, ANS dulu tinggal di rumah saya waktu masih sekolah di salah satu SMP negeri di Bastiong. Setelah lulus, saya daftarkan dia ke SMA Negeri, tapi dia menolak. Katanya ingin sekolah pelayaran karena bisa pakai motor kalau jaraknya jauh,”
ujar Ahmad BS kepada wartawan, Senin (13/10/2025).

 

Namun sebelum sempat melanjutkan pendidikan, ayah ANS tiba-tiba datang dan membawa anaknya secara diam-diam tanpa pamit.

> β€œSaya juga heran. Tiba-tiba mereka pergi malam-malam. Baru saya tahu kalau ayahnya itu pekerja yang diduga terlibat illegal logging di Papua dan Kalimantan,”
tambah Ahmad.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, ayah ANS kemudian membawa anaknya ke Tobelo, Halmahera Utara, dan mendaftarkannya di salah satu SMK pelayaran swasta. Setelah menyelesaikan pendidikan, ANS dibawa ke kampung halaman ayahnya di Jawa Timur.
Diketahui, ANS merupakan anak blasteran β€” ayahnya asal Jawa Timur, sementara ibunya berasal dari Tobelo.

Bacaan Lainnya

Kisah Lama di Ternate

Selama tinggal di Ternate, ANS dikenal sulit diatur dan kerap menimbulkan masalah.
Salah seorang warga, Mares, yang merupakan sepupunya, mengenang kejadian saat bulan Ramadan.

> β€œDia pamit tarawih, tapi ternyata tidak ke masjid. Sajadahnya dititip di temannya, lalu dia kabur naik motor dengan pacarnya,” ungkap Mares.

Tidak hanya itu, ANS juga pernah membawa sepeda motor milik Ahmad BS tanpa izin hingga mengalami pecah ban di jalan. Karena takut dimarahi, ia meminta bantuan seorang ibu rumah tangga bernama RB untuk mengaku bahwa dirinya hanya disuruh membeli es.

> β€œPadahal Bu RB tidak pernah menyuruh dia apa pun. ANS hanya mencari alasan supaya tidak dimarahi,” jelas Ahmad.

iklat yang Tak Pernah Ada

Beberapa waktu lalu, ANS kembali muncul di rumah RB di Kelurahan Jati, Ternate Selatan, dengan alasan akan mengikuti Diklat di SMK Putra Bahari selama satu minggu, mulai 20 Oktober 2025.
Namun, klaim tersebut terbukti tidak benar.

Sejumlah siswa dan staf SMK Putra Bahari membantah keras adanya kegiatan tersebut.

> β€œTidak ada Diklat di sekolah kami. Kalau memang ada, pasti suasana sekolah sibuk dan ramai,”
kata RR, salah satu staf administrasi sekolah.

Kepala Sekolah SMK Putra Bahari, Hj. Umar, juga menegaskan hal serupa saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon.

> β€œSampai bulan ini kami belum menyelenggarakan kegiatan Diklat apa pun. Jadi kalau ada yang mengaku ikut Diklat di sekolah kami, itu tidak benar,”
tegas Hj. Umar.

Dengan hasil penelusuran tersebut, dapat dipastikan bahwa cerita ANS mengenai Diklat hanyalah karangan belaka untuk mendapatkan tempat tinggal dan kebutuhan makan gratis.
Kasus ini kini menjadi perhatian warga sekitar yang menilai perilaku gadis tersebut memerlukan pembinaan dan pendampingan serius.

Catatan Redaksi

Tim Halilintar News masih terus menelusuri keberadaan keluarga ANS serta motif di balik pengakuan palsunya, guna memastikan kejadian serupa tidak terulang di kemudian hari. Basir Redaksi

PT. Halilintar News Group

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *