HALILINTARNEWS.id,TERNATE– Nelayan sudah lama melirik perikanan budidaya dibanding perikanan tangkap, tidak terkecuali M. Ruslan Daeng Ngasa, asal Desa Banggae, kecamatan Marbo, kabupaten Takalar, Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel).
Lelaki berdarah biru yang ditemui
HALILINTARNEWS.id, Sabtu (14/1/2023) punya latar belakang keluarga pendidik (guru). Orang tua mengajar pada dirinya untuk menjadi wirausaha. Modal ini yang dipegang hingga saat ini.
Ruslan yang jauh-jauh dari Sulsel, kabupaten Takalar, Marbo, yang tinggalkan kampung halaman di Desa Banggae merantau ke Ternate 17 tahun silam (2005), kemudian mulai melirik kembangkan usaha budidaya ikan nila tersebut.
Usaha budidaya ikan nila itu dilanjutkan dari mertua Limin Finontoaan yang meninggal dunia. Ruslan begitu tekun dalam meneruskan pengembangan budidaya perikanan jenis ikan nila yang menjadi menu dan santapan klas menengah tersebut.
Pemuda berusia 45 tahun mengem bangkan usaha budidaya ikan nila dengan sistem keramba jaring apung (KJA) 12 tahun lalu (2010) di Danau Ngade, kelurahan Fitu, kecamatan Ternate Selatan, Kota Ternate, mendapat apresiasi dan dukungan Komisi II DPRD Ternate.
“Kami apresiasi dan dukungan pengembangan budidaya perikanan yang dikembangkan Ruslan dengan menyediakan ‘restoran terapung’ di Danau Ngade,” ungkap Ketua Komisi II DPRD Kota Ternate, Mubin A. Wahid, di Danau Ngade, Ternate Selatan, Sabtu (14/1/2023).
Buktinya, ayah tiga anak ini bersama istrinya, Erti Ishak dan anaknya yang baru pulang sekolah, menyajikan menu berupa nasi, pisang mangkal tipis, kangkung ca yang dilengkapi ikan nila goreng maupun bakar dan air aqua.
Menu masakan itu disajikan untuk dicicipi Komisi II DPRD Ternate di “restoran terapung” yang terletak di alam terbuka dengan viuw yang eksotis di kaki bukit dan berada di atas lokasi budidaya ikan nila yang difasilitasi Dinas PerikananTernate.
Dukungan komisi dari aspek modal maupun akses jalan dengan menyarankan ke Dinas Perikanan Kota Ternate mengembangkan usaha budidaya itu dan akses jalan menuju lokasi budidaya ikan nila menjadi perhatian pemerintah kota.
“Akses jalan menuju lokasi budi daya ikan nila perlu diaspal atau paling tidak mengunakan pafing blok agar pengunjung yang datang mudah akses ke lokasi. Tak seperti saat ini karena hujan sehingga jalan tanah itu becek,” ucap Mubin.
Reporter : Darwis
EditorΒ Β Β Β Β : Supriadi Sanusi
halilintarnews.id. 2023











