HALILINTARNEWS.id,TERNATE–
Pemerintah kota (Pemkot) Ternate meninggalkan pola manual dalam sistem pengawasan pegawai. Pemkot dalam sistem pengawasan pegawai sudah harus mFotoengunakan teknologi digital atau informasi telekomunikasi (IT).
Wakil ketua DPRD Kota Ternate, H. Djadid Ali mendorong pemerintah kota (Pemkot) Ternate agar segera
memanfaatkan teknologi digital misalnya pengawasan pegawai di lingkup Pemkot Ternate sudah harus mengunakan sistem digital.
“Ada tiga manfaat dari adanya teknologi digital. Pertama, menjadi kontrol diri sendiri misalnya melalui e-budgeting, kedua menjadi alat observasi sebagai pendukung ketika akan mengambil keputusan, serta ketiga menjamin koneksi pimpinan dengan stafnya sehingga monitoring melalui komunikasi digital dapat berlangsung,” katanya, Rabu (6/7/2022).
Disinilah monitoring terdorong karena semua orang memiliki kesadaran dalam memberikan yang terbaik. Sementara untuk mengatasi banyaknya persoalan di Kota Ternate, ia mendorong untuk semua dapat digitalisasi. “Sudah saatnya harus ada software aplikasi,” tambahnya.
Untuk mengubah sumber daya manusia agar mau memanfaatkan teknologi digital, saran Djadid, harus dimulai dari pimpinan terlebih dulu dan memaksa birokrasi untuk mau menggunakan teknogi digital. “Teknologi memung kinkan database diakses dengan cepat dan mudah tidak mudah seperti dokumen kertas,” ucapnya.
Pemkot Ternate diminta agar sis tem pengawasan pegawai sudah saatnya harus mengunakan sistem digital. “Kepala BKPSDM ingin monitor atau mengecek pegawai di Kecamatan dan Kelurahan, dia monitor dari kantornya, kenapa susah-susah kayak begitu. Tidak perlu turun,” katanya.
Era sekarang, menurut politisi Golkar itu, bukan era tempo dulu. Era skarang sudah transparan. “Sis tem pengawasan pegawai harus dirubah dari sistem manual (turun langsung) ke sistem digital,” jelas legislator dapil Ternate Utara itu.
Djadid melihat rubah pola pikir (mindset). Apalagi kotaTernate ini sangat ketinggalan dalam bidang IT atau digital. Monitoring, menurut dia, ini kota kecil lho. “Pak Wali masuk ruang mau monitoring minta Lurah dan minta Camat,” lanjutnya.
Monitoring dengan Ternate Utara. Pegawai disana ada ka trada, apa yang susah sekarang. DKI yang begitu besar, orang enak enak saja, kong tong disini harus begitu. “Ru- bah mindset kita, sehingga tidak menemukan hal-hal seperti itu lagi,”
pungkasnya. (wis)











