HALILINTARNEWS.id,TERNATE-Daerah Kepulauan Maluku Utara lebih khusus Kota Ternate masih susahnya signal yang ada seperti kurang BTS (Base Transceiver Station). Jaringan untuk berkomuni kasi tidak ada di daerah kepulauan, sehingga begitu terjadi kecelakaan sulit akses dalam berkomunikasi.
Kepala Basarnas Ternate, Fathur Rahman mengatakan, pihaknya merasa kesulitan di daerah tersebut tidak adanya signal mempengaruhi tim SAR pada saat melakukan pen carian korban kecelakaan maupun korban kebencanaan lainnya.
“Saat pencarian korban, mengedu kasi masyarakat dan bagaimana cara menolong orang, Basarnas menjadi kendala karena kita meli hat beberapa kali kejadian terkendala dengan signal tersebut,” katanya, Selasa (20/6/2024),
Karena itu, KaBasarnas Ternate meminta pemerintah daerah memperbanyak yang namanya jaringan disitu, baik berupa hostpot atau BTS-BTS yang harus didirikan di daerah kepulauan seperti Moti, Hiri dan Batang Dua.
“Kurun waktu Januari-Juni 2023 kami sudah melakukan 23 operasi pencarian dan pertolongan. Dalam operasi SAR tersebut,masih banyak daerah di wilayah ini yang mengalami bleng spot,” bebernya.
Kota Ternate, Fahtur contohi daerah Batang Dua. “Kami melaksanakan operasi, berangkat menuju perairan Batang Dua, tidak mendapatkan signal, padahal signal itu harus diperoleh untuk komunikasi dengan tim pencari, bagaimana kondisi seperti apa tim pencari,” tuturnya.
Era digitalisasi, Kepala Basarnas Ternate itu mendorong pemerintah daerah (Pemda) menyediakan BTS, adalah suatu infrastruktur telekomu nikasi yang memfasilitasi komuni kasi nirkabel antar perangkat.
“BTS itu untuk mempermudah bukan hanya tim pencari saja, tim yang lain, seperti Pemda sendiri berkomuni kasi dengan masyarakat setempat sampaikan kondisi cuaca terkini,” ujarnya.
Fatur Rahman memberi contoh informasi prakiraan cuaca yang disampai BMKG bahwa cuaca itu tidak bagus, kepada siapa dia harus menyampaikan, sementara signal tidak ada disitu.
Reporter : Darwis
EditorΒ Β Β Β Β : Supriadi Sanusi
halilintarnews.id. 2023











