HALILINTARNEWS.id, MALUT – Terkait kasus dugaan penganiayaan dan pengrusakan mobil, merobek Ijazah SD hingga SLTA yang menimpa kedua Sejoli sedang dalam proses hukum di Polres Maluku Tengah, Provinsi Maluku Utara.

Hal itu kedua Sejoli yakni Suami oknum polisi Brigpol Rozef dan Istrinya ibu Wulan masing-masing mempertahankan hak kebenarannya sehingga laporannya tetap berproses di APH.
Sangat di sayangkan hanya persoalan hubungan rumah tangga yang kian retak berujung pihak keluarganya ikut terbawa ke persoalan Rana hukum.
“Tak di sangkanya persoalan keluarga suami istri yang mengalami keretakan kini semakin meruncing, pasalnya orang tua Wulandari Anastasia said diduga melakukan fitnah besar dengan menerima keterangan anaknya Wulandari Anastasia said alias ulang tanpa melakukan Foe chek”.
Hj.Muh Ali Said kepada wartawan mengatakan percekcokan yang di lakukan anaknya Wulan bersama suaminya adalah soal penjualan ikan di mana oknum ROZEF mau menjual ikannya di kecamatan Galela, namun keinginan istrinya jual di Tobelo saja, akhirnya tarik menarik dan terjadilah cekcok kata Ali tanpa melihat langsung di lapangan, melainkan hanya mendengarkan pengakuan dari anaknya Wulan.
Menurut Ali di patahkan oleh orang tua oknum ROZEF. AKHMAD B.N ayah Brigpol.RZE dengan tegas membantah dan tidak terima baik atas tudingan H Ali Said diduga sengaja menzolimi keluarga R z e. H Ali harus cerdas dan jeli melihat pertikaian terhadap kejadian di lapangan.
“Awal mula antara Wulan dengan RZE adalah tuduhan mengambil uang milik istri tercintanya Wulan sebesar seratusan ribuh lebih untuk membeli Liquit bapor. Atas tuduhan itulah akhirnya ROZEF membantah, saya tidak ambil uangmu sayang,” Ujar RZE dengan nada merendah di hadapan istrinya.
Uang yang saya pakai membeli Liquit bapor adalah uang sendiri, saya tidak berani korek uang modal ikanmu ujar RZE kepada Wulan. Coba hitung uangmu pinta RZE kepada Wulan.Wulanpun.mengambil kalkulator untuk menghitungnya, ternyata benar uang milik Wulang itu sama sekali tidak kurang..
Di tambahkan oleh saksi mata MARVUN TURKEI di saat Wulan memerintahkan suaminya untuk segera membelokkan mobil yang di kemudian RZE belok ke pasar inpres Rasa Jaya Tobelo, RZE nurut bah sapi di cocok hidungnya. Sesampai di pasar Wulan perintah suaminya untuk menurunkan colbox yang berisikan di menaruh di atas meja jualan, terangnya.
Di saat col box di atas meja jualan Wulan segera mengambil pisau membuka colbox box,selanjutnya ikan itupun di tumpah di hamburkan di lantai.saksi mat semakin prihatin melihat ulah Wulan yang tidak manusiawi. RZE pun menghampiri Wulan sang istri membujuknya agar tidak emosional, namun Wulan bukannya Redah melainkan semakin membabibuta de gan mata gelap, Adu cekcokpun terjadi antara suami istri. Wulan mengambil sapu lantai yang belepotan dengan air ikan memukulkan ke tubuh suaminya bertubi tubi. RZE semakin merangkul membujuk Wulan untuk segera pulang ke rumah
Ayo kita pulang ke rumah saya dengan nada lembut, Wulang semakin menggeliat bah cacing kena kapur kata mata yg melihatnya. Wulan tidak puas diapun mengambil pisau lalu menyerang RZE, RZE menghindar melakukan elakan sambil merampas pisau di tangan Wulan. Wulanpun mengalihkan serangannya keobol pickup yang di pakai angkut ikan dan menyerang memecahkan kaca mobil tersebut. Karena situasi semakin ruwet RZE suami Wulan minta bantu pada orang orang sekelilingnya yang ada di pasar untuk membantu melerai pertikaian yang terjadi. Saya jadi takut melihat amukan Wulan ujar Marvin saksi mata,akhirnya saya lari pulang ke rumah kata Marvin dan Marvin di jadikan saksi.
“Selanjutnya Wulan menjatuhkan dirinya di jalan aspal sambil banting banting diri,sehingga loka luka kecil di betisnya terkelupas Bukan di pukul,kalau ada yang bilang Wulan luka di betisnya karena di pukul itu adalah bohong,” ujar saksi Fahrun kepada tim wartawan media ini.
“Dengan demikian berdasar fakta di lapangan di tambah dengan saksi mata bahwa yang di sampaikan oleh haji Ali Said ke wartawan itu tidak benar dan memutar balikkan fakta.
Demikian juga pengakuan anaknya Wulan kepada ayahnya adalah sebuah ilusi, karangan belaka. H Ali Said sangat percaya mulutnya anaknya Wulan,” ungkapnya.
Cekcok rumah tangga ini adalah hal yang biasa dan lumbrah,hBta saja haji Ali belum dewasa dalam menanggapi kejadian tersebut dan terlalu mudah percaya anaknya Wulan dan membesar besarnya masalah, tutur orang tua Ayah RZE.
Secara terpisah tim wartawan media ini menemui ayah RZE di kediamannya di bilangan Ternate Selatan kota Ternate tpada 04 September ,2024 untuk di mintai komentarnya, ternyata ayah Rze sangat prihatin terhadap H Ali Said ayah Wulan. Dia terlalu menghakimi RZe yang seharusnya tidak pantas di lakukan oleh seorang Hajk ujar Akhmad Bn. Kita harus cerdas dalam melihat permasalahan,dan dia harus mengecek di lapangan. Perlu di ketahui kata Mad sapaan akrabnya orang tua RZe sebelumnya saya tidak tahu sama sekali kejadian tersebut untung anak saya yang bungsu memberitahukanku, Mau Mendengar kejadian sebagaimana di ceritakan oleh Si bungsu sayapun bergegas ke rumah H Ali yang terletak di fitu puncak Ternate Selatan,sekitar jam 08.10 wit.
Maksud kunjungan ke rumah Ali adalah menanyakan kejadian yang di alami suami istri RZe dengan Wulan. Sayang sekali rumah H Ali malam itu pintu tertutup. Menurut tetangganya Wulan dengan ibunya sedang keluar. Ayah. RZE pun pulang, keesokan harinya ayah Rze kembali berkunjung ke Rumah H.Ali. Ternyata pintu pagar di gembok SE akan akan tidak orang di rumah tersebut, pada hal menurut teta gga H Ali menyatakan Wulan ada di dalam rumahnya bersama ibunya, cuma. Ibunya melarang Wulan untuk menemui Ayah RZE
Ayah Rze bergeser ke menuju depan kios Mar. Tak lama kemudian daun jendela pintu bagian belakang di tutup pelan pelan. Ayah Rze pun pulang dengan penuh kecewa setelah mendapat keterangan bahwa Ibu Wulan melarang anaknya membuka pintu.
Ayah Rze belum puas berusaha keras untuk menemui H Ali guna menanyakan kejadian tersebut, sehingga syZh RZe meluncur ke Weda Halmahera tengah. Saya ke Weda karena Haji Ali sudah meninggalkan Ternate menuju Weda karena H.Alj bukan warung Coto. Akhmad Bn meluncur bersama sepeda motornya Deng. Jadak tempuh tiga jam lintas kapal Ferry. Dari Ternate menuju Sofifi dengan perjalanan dua jam lanjut jalan darat dengan jarak tempuh tiga jam.
Sesampai di Weda, Akhmad di pandu oleh Haimar sebagai penunjuk jalan dan dia yang tahu persis rumah dan warung SOP kondro ya H Ali.
Sebelum Akhmad masuk di rumah H Ali terlebih dahulu mengutus Haimar masuk kedalam rumah dan menyampaikan bahwa ayah Rze ada di depan warung ingin. menemui H Ali. Namun ibu Wulan menjawab bahwa H Ali istrahat lelah pulang dari Gebe. Ibu Wulan tidak bersedia menerima kedatangan orang tua RZe.
Demikian pula Wulan di larang menemui mertuanya yang sejak dari tadi berdiri di luar warung. Ayah Rze penuh kecewa dan langsung pulang menuju penginapan dan sebelumnya ayah Rze sudah mengirim SMS ke H Ali menyampaikan maksud dan tujuan datang ke Weda ingin.menanyakan permasalahan wulan.
Rekan Wartawan menuju Halmahera Utara hendak konfirmasi di polres untuk peroleh keterangan bahwa H Ali bersama anaknya Wulan bohong, tidak benar Wulan diduga intimidasi di bagian PPA. Dan besok tanggal.6/11 2024 Wulan akan di panggil untuk di periksa sebagai pelapor dan laporan polisinya telah di diterima oleh penyidik Ipda Hopni Pasaribu, tutupnya. (SIR)











