Miris! Bertahun-tahun Jadi TPS Liar, Botto Saratu Dipenuhi Popok Bekas dan Bau Busuk, Warga Tagih Ketegasan Pemkab Enrekang



HALILINTARNEWS,id, BANTAENG – Pemandangan memprihatinkan masih terlihat di kawasan Botto Saratu, jalur poros Ongko–Kaju Bulo, Kabupaten Enrekang. Selama bertahun-tahun, lokasi yang berada di area kebun milik A. Cepi itu diduga telah berubah menjadi tempat pembuangan sampah (TPS) liar yang hingga kini belum mendapat penanganan serius.

Tumpukan sampah rumah tangga, plastik, hingga popok bayi bekas tampak berserakan di pinggir jalan.

Bau menyengat yang ditimbulkan mengganggu kenyamanan pengguna jalan, sementara anjing liar kerap mengacak-acak sampah untuk mencari sisa makanan sehingga sampah semakin berserakan ke badan jalan.

Saat musim hujan, kondisi menjadi lebih memprihatinkan. Bau busuk semakin menusuk hidung, sementara air lindi dari tumpukan sampah mengalir ke bahu jalan dan berpotensi mencemari lingkungan sekitar.

Padahal, ruas jalan tersebut merupakan akses utama yang setiap hari dilalui masyarakat Ongko dan Kaju Bulo. Anak-anak sekolah, petani, pedagang hingga warga yang beraktivitas terpaksa menutup hidung setiap melintas karena aroma tidak sedap yang sudah berlangsung bertahun-tahun.

“Sudah berkali-kali kami mengeluh, tetapi sampai sekarang belum ada perubahan. Kalau hujan, baunya luar biasa. Popok bayi berserakan karena diacak-acak anjing. Sangat mengganggu,” ungkap salah seorang warga yang meminta identitasnya dirahasiakan.

Warga menilai kondisi tersebut tidak hanya merusak keindahan lingkungan, tetapi juga berpotensi menjadi sumber penyebaran penyakit.

Tumpukan sampah yang dibiarkan tanpa pengelolaan dikhawatirkan menjadi sarang lalat, tikus, dan bakteri yang membahayakan kesehatan masyarakat.
Menurut warga, persoalan ini tidak sepenuhnya bisa dibebankan kepada masyarakat yang masih membuang sampah sembarangan. Pemerintah daerah juga dinilai memiliki tanggung jawab untuk menyediakan fasilitas pengelolaan sampah, melakukan edukasi, serta menegakkan aturan agar praktik pembuangan sampah liar dapat dihentikan.

Bacaan Lainnya

“Kami berharap Pemkab Enrekang jangan lagi tutup mata. Masalah ini sudah berlangsung bertahun-tahun. Sudah saatnya ada tindakan nyata, bukan sekadar imbauan,” tegas warga.

Masyarakat mendesak Pemerintah Kabupaten Enrekang segera melakukan pembersihan total di lokasi tersebut, memasang papan larangan membuang sampah, menyiapkan tempat penampungan sampah yang memadai, serta meningkatkan pengawasan melalui pemerintah desa dan kecamatan.

Selain itu, warga juga mengusulkan agar pemerintah menggandeng tokoh agama dan tokoh masyarakat untuk menyampaikan imbauan melalui pengeras suara masjid agar kesadaran masyarakat terhadap kebersihan lingkungan semakin meningkat.

Bagi warga Ongko dan Kaju Bulo, persoalan sampah di Botto Saratu bukan lagi sekadar masalah kebersihan, melainkan persoalan kesehatan dan kualitas hidup masyarakat.

Mereka berharap pemerintah segera mengambil langkah konkret agar kawasan tersebut terbebas dari tumpukan sampah liar dan kembali menjadi lingkungan yang bersih, sehat, serta nyaman dilalui.

“Lingkungan yang bersih adalah hak masyarakat. Kini warga menunggu bukti, bukan sekadar janji, dari Pemerintah Kabupaten Enrekang untuk menyelesaikan persoalan sampah yang telah bertahun-tahun membelit Botto Saratu.” (Lubis Kacong)

PT. Halilintar News Group

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *