Sampah Menumpuk, DPRD Saran Wali Kota Blusukan ke Barangka



HALILINTARNEWS.id, TERNATE –
DPRD Kota Ternate lewat komisi III melihat pembuangan sampah terbanyak ke barangka (kali mati) atau warga lebih banyak yang membuang sampah ke barangka dibanding ke tempat pembuangan sementara (TPS).

Contoh seperti barangka Sasa, Bastiong, barangka Terminal Cinta hingga Toboko, barangka di lingku ngan Ake Booca, kelurahan Soa, barangka di kelurahan Kampung Makassar Timur, barangka di Tubo hingga Dufa-Dufa Tanjung.

Kondisi itu, menurut Sekretaris Komisi III DPRD Ternate, H. Usman M. Nur, secara kasat mata lebih banyak tumpukan sampah di kali mati. Saat terjadi hujan sampah mengalir dari hulu ke hilir. Yang ter tahan, terlihat sampah berserakan.

“Kalau pak wali turun langsung atau blusukan ke barang dua tiga kali setiap barangka yang ada, penanga nan sampah bisa selesai, minimal sampah yang dibuang ke barangka berkurang drastis,” sarannya, saat ditemui, Rabu (20/9/2023).

Sampah yang dibuang ke barangka, Usman bilang, belum termasuk data di Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Ternate yang menyebut jumlah volume sampah di Kota Ternate tahun 2023 mengalami peningkatan dibanding tahun 2022.

Peningkatan volume sampah ini berkisar antara 180 sampai 200 ton per hari untuk tahun 2023, diban dingkan 2022 yang hanya 120 ton per hari. “Sampah meningkat kare na tingkat konsumsi masyarakat pun semakin meningkat,” katanya.

Karena itu, Usman menyatakan, program jumat bersih dihidupkan kembali. Hingga saat ini masih ada kelurahan yang menerapkan Jumat bersih dengan cara bersih-bersih lingkungan masing-masing warga. Contohnya, di kelurahan Jambula, kecamatan Pulau Ternate.

Politisi PKB itu menyampaikan, setiap hari Jumat pak Wali turun bersama OPD teknis, termasuk PNS dan PTT. “Senin sampai Kamis tang gung jawab Lurah, Jumat pak wali turun (blusukan) ke barangka saya rasa sampah itu selesai,” katanya.

Bacaan Lainnya

Usman mengatakan, Wali Kota pe- rintahkan Lurah yang wilayahnya ada barangka, sampah seperti ini tidak boleh terulang kembali dan mewanti-wanti Lurah bila ini masih terjadi,Lurah tahu akibatnya. Apala gi mereka diberi honor Rp 1,5 juta per bulan.

“Wali Kota harus tegas dalam pena nganan sampah. Agar program prioritas pembangunan tahun 2024, yang diarahkan industrialisasi pengolahan sampah secara partisipatif dapat terealisasi,” tandasnya.

Reporter : Wis
Redaktur : Fitri Indriani
@halilintarnews.id 2023

PT. Halilintar News Group

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *