HALILINTARNEWS.id, TERNATE –
Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Ternate meminta Pemerintah segera mengambil langkah-langkah pencegahan terhadap kematian ribuan ekor ikan di pesisir pantai kelurahan Sasa, Ternate Selatan, Kota Ternate.
“Pengecekan di lokasi dengan melihat dan memastikan jalur limbah dari industri yang ada di sekitar situ,β kata Anggota Komisi III DPRD Ternate, Nurlaela Syarif, di kompleks gedung parlemen Ternate, Rabu (13/9/2023).
Politisi Nasdem yang biasa disapa Nella mengatakan, dalam rapat Banmus dirinya telah mengikhtiar kan ke pimpinan DPRD sesegera mungkin mengagendakan Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan pihak-pihak terkait.
Meskipun, kata Nella, pihak Dinas Lingkungan Hidup (DLH) terkonfir masi sudah melakukan uji terhadap sampel air di wilayah pencemaran itu, namun karena uji lab tidak ada di Ternate harus di bawah ke Manado sehingga butuh waktu.
βTelusuri jalur limbahnya, kan tidak perlu dengan uji lab, karena mereka bisa lihat secara kasat mata. Turun, periksa, cros check. Misalkan, industri tahu itu limbahnya berakhir ke mana, apakah muaranya ke air laut. Berarti itu sudah ada dugaan kuat,β tambahnya.
Kalau seperti itu, Nella bilang, harus diperbaiki dengan menghentikan sementara produksi pengolahan Industri di wilayah tersebut. Selain dugaan karena industri tahu apakah ini juga ada sebab dari tumpahan minyak Pertamina yang jadi sumbangan limbah, atau juga karena sampah rumah tangga misalnya.
Yang jelas, Nella mengatakan, diri nya tidak mau kejadian ini terulang kembali, karena itu Komisi III harus tahu apa dasar terjadinya pencemaran air laut yang menyebabkan terjadi kematian ribuan ekor ikan kecil dan sedang tersebut.
βKenapa sampai ikan tercemar, bagaimana upaya antisipasi kawasan perairan disana agar tidak tercemar. Apa tanggung jawab sosial pihak-pihak yang terlibat dalam melakukan pencemaran perairan tersebut,β timpalnya.
Terpisah, Kepala Bidang Pengendalian Pence maran dan Kerusakan Lingkungan (P2KL) DLHK Ternate, M Syarif Tjan menyampaikan, Pemkot lewat Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Ternate, mengirim sampel yang berdampak pada ribuan ikan mati di pantai itu ke Water Laboratory Nusantara (WLN) Manado.
Sampel air laut sekitar akan selesai diuji atau diekstrak selama 10 hari termasuk dengan hasil analisis sampel. βKonsentrasi kami atas instruksi pak Wali agar segera uji sampel dan sampel tersebut telah dikirim Selasa (12/9/2023), untuk memastikan penyebab kematian ribuan ikan tersebut,” katanya.
Hal itu, Syarif mengatakan, ini menjadi konsen pemerintah Kota untuk menyelesaikan persoalan lingkungan, terutama biota laut (ikan). Sedangkan untuk bangkai ikan sebagian sudah di tanam dan lainnya terbawah arus.
βJadi akan kita bersihkan sampah (sedimentasi) di sekitar pesisir pantai Kelurahan Sasa, Gambesi maupun Jambula. Dan akan berkoordinasi dengan pihak Lurah di tiga Kelurahan yang berdekatan tersebut,β tuturnya.
Kabid P2KL berharap agar masya rakat tiga Kelurahan itu, tidak membuang sampah sembarangan. βKa renadilokasi kejadian ikan mati, terdapat tiga muara barangka (kali mati) berpotensi mengalir limbah organik ke pesisir pantai,β pungkasnya.
Reporter : Wis
Redaktur : Fitri Indriani
@halilintarnews.id 2023











