HALIILINTARNEWS.id,TERNATE– Bukan anggota dewan kalau tidak bikin ulah. Ulah oknum Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Ternate kali ini, asyik main domino di ruang Fraksi
Nasdem DPRD Ternate disaat jam kerja, Senin (16/1/2023).
Pantauan HALILINTARNEWS.id,
terlihat seorang unsur pimpinan berinisial DA dan tiga anggota DPRD, yakni NS, MS dan MS serius main domino. Saat melihat wartawan, salah seorang Anggota DPRD itu meminta jangan di foto.
Berselang beberapa menit kemudi- an, Anggota DPRD Kota Ternate, Nurlaela Syarif sambangi
ruangan Ketua DPRD, Muhajirin Bailussy, di dalamnya ada lima orang wartawan. Di depan pintu ruangan tersebut marah-marah.
“Tong main domino kong ngoni bikiapa? Kecuali tong main di ruang rapat boleh. Ini kan torang main di ruang fraksi. Ngoni ini cuma cari DPRD pe kesalahan saja. Me ini tong pe jam istirahat kong tong main domino itu dia pe salah di mana? Ini olah pikir,” katanya.
Menanggapi sikap itu, salah seorang wartawan mengatakan sebetulnya teman-teman tidak bermaksud menayangkan berita itu, cuma sikap Nurlaela Syarif yang tidak elok itu, membuat teman- teman publis berita tersebut.
Ketua DPRD Kota Ternate, Muhajirin Bailussy saat dikonfirmasi mengatakan, anggota DPRD tidak boleh main domino. “Tidak bagus, nanti konfirmasi saja ke Badan Kehormatan (BK),” tandasnya.
Terpisah praktisi hukum, Yanto Suarez Yunus SH, mengatakan, praktek oknum anggota DPRD Ternate yang main domino di dalam ruang fraksi di hari kerja merupakan perbuatan yang melanggar etik dan moral.
βJadi menurut saya, perbuatan seperti itu menunjukan tindakan karakteristik, karakter yang memang buruk. Jadi sebenarnya permainan ini tidak pantas ditunjukan sebagai seorang wakil rakyat. Apalagi ada yang video atau foto kemudian diekspos,β katanya, Senin (16/1/2023).
Hal itu, menurut Suarez mencerminkan bahwa partai kurang mendidik kadernya. Apalagi sekarang lagi heboh soal sistem pemilu yang menggunakan proporsional tertutup dan proporsional terbuka.
βPemilu nanti apakah dia proporsional terbuka atau proporsional tertutup, ini kan ada kaitanya dengan melihat bagaimana karakteristik seorang calon. Kalau proporsional tertutup ya kita harus pilih partai, tapi kalau proporsional terbuka, berarti kita pilih orang. Bagaimana subjektifitas orang itu, ya kita lihat karakteristiknya,β terangnya.
Jadi ada perilaku buruk yang sedang dipertontonkan, sehingga perlu diberikan sanksi. βKalau kita lihat di Negara common law system seperti di China, begitu kepala Negara terindikasi melakukan pelanggaran moral, bukan pelanggaran hukum, baru terindikasi pelanggaran moral, itu mereka sudah mundur dari jabatan,β papar Yanto.
Menurut advokat yang kini beracara di Surabaya ini, moral menjadi sangat penting. Karena hukum dibentuk atas dasar pertimbangan moral. βJadi kalau kalau orang melakukan pelanggaran dan pelanggaran itu dikualifikasikan sebagai pelanggaran moral, maka tindakan dia itu sudah dianggap perbuatan keji,β katanya lagi.
Perbuatan domino, Yanto menilai, sekalipun bukan perbuatan terlarang, tapi menunjukan tipikal dan karakter seorang anggota DPRD bermain di saat hari kerja dan di ruang fraksi sekalipun rapat tidak sedang berjalan. Ini mengindikasikan bahwa produk yang dihasilkan anggota DPRD kemungkinan produk buruk,β pungkasnya.
Reporter : Darwis
EditorΒ Β Β Β Β : Supriadi Sanusi
halilintarnews.id. 2023











