HALILINTARNEWS.id,TERNATE– Anggota DPRD Kota Ternate daerah pemilihan (dapil) Ternate Tengah menemukan bahwa masyarakat Takoma menyampai kan ada pembangunan bak sampah
alias trans depo sampah yang lokasi sempit menjadi keluhan.
“Keluhan masyarakat lokasi pembangunan bak sampah itu sempit karena menampung sampah dari 16 kelurahan di Ternate Tengah,” kata Anas U. Malik, di gedung parlemen Ternate, Rabu (21/12/2022).
Anas mengatakan, warga mengkhawatir pelayanan armada sampah yang terlambat bisa membuat ketidaknyamanan warga sekitar, terus lingkungan, dampak lingkungan dengan bau tidak sedap dan menjadi sumber penyakit.
“Warga meminta pertimbangan DPRD untuk mengundang Dinas Lingkungan Hidup (DLH) memasti kan soal mekanisme pelayanan sampah karena sampah itu tidak bisa bertahan dalam waktu lama,” ujar Ketua Komisi III DPRD itu.
Hal yang ditemukan itu, menurut dia akan ditindaklanjuti, terutama trans depo sampah. Karena itu menjadi keluhan warga sekitar. Sebab frans depo sampah Takoma tersebut menyangga sampah 16 kelurahan yang ada.
“Problemnya kalau terlambat pelayanan armada sampah berdampak pada lingkungan. Jarak angkut dari Takoma (TPS) ke Takome (TPA) itu rawan dampak lingkungan, bau tidak sedap dan sumber penyakit,” bebernya.
Karena itu, kata Anas, armada sampah jenis motor Kaisar 50 unit yang diluncurkan pemerintah itu dapat digunakan untuk angkut sampah di 16 kelurahan yang dibawah ke trans depo kemudian mobil sampah buang ke TPA. “Persoalan armada Kaisar itu masih problem,” kilahnya.
Reporter : Darwis
EditorΒ Β Β Β Β : Supriadi Sanusi
halilintarnews.id. 2022











