HALILINTARNEWS.id,TERNATE–
Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kota Ternate mendata, kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) dan penelantaran anak mendominasi kasus yang ada di Kota Ternate.
“Kasus terbanyak masih didominasi oleh KDRT dan penelantaran anak, yang terjadi di daerah ini,” kata Kepala Dinas Perberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kota Ternate, Mojorie S.Amal, Selasa (23/8/2022).
Korelasinya, menurut dia, jelas kalau kekerasan dalam rumah tangga itu perceraian, demikian halnya kalau perceraian dengan sendirinya terjadi penelantaran anak. “Inti dari KDRT itu perseling kuhan dan ekonomi, dia berputar di kedua itu saja,” sambungnya menjelaskan.
Jadi kalau misalnya mau pencegah an ya itu tergantung kembali pada individu masing-masing. “Kami sudah cukup melakukan sosialisasimaupun, informasi terkait itu. Saya pikir itu kembali ke pribadi masing-masing,” ucapnya.
Mojorie bilang, memang untuk kota Ternate ini angka perceraian nya cukup tinggi dibandingkan dengan daerah lain. “Yang penting kami sudah melaku kan upaya pencegahan melalui kampanye, sosialisasi. Saya pikir itu sudah cukup tidak mungkin juga kami mengedukasi pihak-pihak yang seperti itu,” paparnya.
Menurutnya, data terakhir yang dikantongi pihaknya terdapat 14 kasus KDRT. “Kasus-kasus ini dila porkan dari Daulat Perempuan Maluku Utara (Daur Mala), Polres Ternate serta korban sendiri yang melaporkan ke DP3A,” ujarnya.
Data yang ada itu yang dilaporkan ke DP3A, jauh lebih banyak yang tidak dilaporkan karena berbagai faktor, salah satunya karena mereka merasa malu alias aib, sehingga mengurung niat untuk melaporkan.
Soal marak digrebek sejumlah anak di hotel, Mojorie menjelaskan pihak nya saat itu ikut hadir bersama TP2A. “Ketika masalah itu terkait dengan persoalan asusila dan yang men- jadi pelakunya berusia diatas 18 tahun, itu bukan ranah kami, tapi itu wilayahnya Dinas Sosial,” katanya mengingatkan.
Reporter :Β Darwis
EditorΒ Β Β : Supriadi Awing
halilintarnews.id. 2022











