Beranda Berita Utama

Proyek Pembangunan Penutup Saluran Drainase di Bantaeng Diduga Salah Bestek

198
0


HALILINTATNEWS.id, BANTAENG — Salah satu proyek pembangunan penutup saluran drainase/gorong-gorong, yang baru berjalan pengerjaannya, terletak disamping mesjid kampung Pasorongi Kelurahan Lamalaka Kecamatan Bantaeng Sulawesi Selatan, menuai sorotan masyarakat setempat.

Diketahui proyek tersebut dikerjakan oleh CV putra Andika, No.Kontrak 600/04.PK/SPK/DRAIN/CK-PUPR/VI/2020, mulai dikerjakan 25 juni 2020, selesai 23 Agustus 2020, sumber anggaran APBD.

Total anggaran proyek pembangunan penutup saluran drainase/gorong-gorong sebesar, 149.850.000,-

Hal ini yang disampaikan protesnya salah seorang warga Pasorongi Krg Hakim dihadapan halilintarnews.id sabtu 15/8/2020, mengatakan dengan nada tegas, saya mewakili masyarakat pasorongi adanya pekerjaan yang baru berjalan beberapa hari berjalan menuai sorotan tajam karena terlihat oleh masyarakat setempat saat pengecoran diduga campurannya tidak sesuai takarang. ungkap krg Hakim.

Selain campuran yang diduga tidak sesuai juknis, termasuk pemasangan besi yang jaraknya diduga anyamannya berkisar 20 cm, jelas Krg Hakim.

Terkait proyek ini, krg Hakim juga bergegas pekerjaan tersebut bukan kepentingan pribadinya tapi untuk kepentingan warga Bantaeng,”saya mewakili masyarakat Pasorongi siap mempertanggung jawabkan atas keterangan yang kami lontarkan dihadapan rekan wartawan.

“saya sendiri yang ukur jarak pembesiannya secara berpariasi 19 hingga 20 cm padahal biasanya dalam RAB paling maksimal 15 cm, selain itu yang dipakai semen Bosowa,” protes Krg Hakim.

Sementara Ketua RW 2 Pasorongi Pak Guru disaksikan pengawas Proyek Ari dan Fahman dihadapan halilintarnews.id, ditempat lokasi proyek tersebut mengatakan, sebenarnya  dari awal pekerjaan ini masuk di wilayah kami tidak ada pemberitahuan pemerintah setempat, nanti setelah ada kesalah pahaman warga setempat baru saya ketahui bahwa ada pekerjaan proyek di wilayahnya, ungkap RW 2 yang sering disapa Pak Guru.

Setelah saya diberi mandat oleh Pak Lurah, Babinsa, Bhabinkamtibmas untuk mengawasi dan mengkawal pekerjaan proyek pembangunan penutupan saluran drainase itu, alhamdulillah hari ini telah melakukan pengecoran dengan campuran sesuai dengan bestek, dan berjalan baik-baik saja, kata RW 2 kepada media ini.

“Salah satu bukti dilakukan masyarakat setempat berpartisipasi memberikan makanan kopi dan kue untuk pekerja, menandakan tanda terima kasihnya kepada pemerintah adanya pengecoran pendistrian selokan,” tambah Pak Guru.

Di tempat yang sama yang diungkapkan kedua pengawas proyek Ari dan Fahman membantah atas laporan masyarakat bahwa proyek ini diduga salah bestek, itu tidak benar lihat saja itu sudah disaksikan pemerintah setempat RWnya Pak Guru, pengecoran satu kali campur pakai moleng langsung 2 sak semen, 8 ember pasir dan 12 ember kerikil, jelas kedua pengawas dihadapan halilintarnews.id.

Ia menambahkan bahwa pekerjaan pendistrian pengecoran selokan panjang 290 meter, sesuai papan proyek yang terpajang di dekat mesjid, jelas Pengawas Ari dan Fahman.

Ia memang benar semen yang kita pakai adalah semen merek Bosowa sudah sesuai RAB, katanya.

Penulis : Supriadi Awing
Editor    : Red
halilintarnews.id. 2020

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here