Murka Berdarah di Jeneponto! Ratusan Massa Luluhlantakkan Rumah Terduga Pelaku Pembunuhan Daeng Ngitang



HALILINTARNEWS.id, JENEPONTO – Ratusan warga mendatangi dan membongkar rumah milik terduga pelaku pembunuhan di Kampung Sapiri, Desa Sapanang, Kecamatan Binamu, Kabupaten Jeneponto, Sulawesi Selatan, Minggu (7/6/2026).

Aksi massa tersebut merupakan buntut dari kasus pembunuhan terhadap Daeng Ngitang yang diduga dilakukan oleh seorang pria bernama Bogar. Rasa duka dan kemarahan keluarga korban memicu kedatangan massa ke lokasi rumah pelaku.

Kapolsek Binamu, AKP Sukardi, SH, mengatakan massa dipimpin oleh anak korban, Daeng Ngemba, bersama ratusan warga yang berasal dari Desa Pallantikang, Kecamatan Bangkala, Kabupaten Jeneponto.

“Massa datang menggunakan dua unit mobil truk, satu unit mobil Avanza, dan sekitar 30 kendaraan roda dua,” ujar AKP Sukardi.

Menurut keterangan warga setempat, rombongan massa tiba di Kampung Sapiri sekitar pukul 14.30 WITA. Setibanya di lokasi, mereka berencana menuju rumah pelaku untuk melakukan pembongkaran.
Namun, aksi tersebut sempat dicegah oleh tokoh masyarakat Lukman Dg Ngerang bersama personel kepolisian dan Babinsa Haruna Dg Bilu.

Mereka memberikan penjelasan kepada massa bahwa pihak keluarga pelaku telah lebih dahulu melakukan pembongkaran rumah sehingga warga diminta untuk menahan diri dan tidak melakukan tindakan yang dapat memicu gangguan keamanan.

Meski demikian, sebagian warga tetap mendekati lokasi untuk menyaksikan secara langsung kondisi rumah yang telah dibongkar tersebut.

Kapolsek Binamu menjelaskan bahwa pengamanan dilakukan guna mengantisipasi kemungkinan terjadinya bentrokan maupun aksi lanjutan yang dapat mengganggu ketertiban masyarakat.

Bacaan Lainnya

“Personel Polres Jeneponto bersama Polsek Binamu langsung mendatangi lokasi untuk mengamankan situasi dan mengantisipasi agar tidak terjadi keributan,” jelasnya.

Berkat pengamanan yang dilakukan aparat kepolisian, situasi di lokasi tetap terkendali dan tidak terjadi bentrokan antara massa dengan pihak keluarga pelaku.

Peristiwa ini menjadi gambaran besarnya emosi masyarakat atas kasus pembunuhan yang terjadi. Meski demikian, aparat kepolisian mengimbau seluruh pihak untuk menyerahkan penanganan kasus tersebut kepada proses hukum yang sedang berjalan. Usman

PT. Halilintar News Group

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *