Kaget Dan Prihatin Lihat Kondisi Ruang Belajar, Wahda Janji Akan Bikin Manis Semanis Madu



HALILINTARNEWS.id,TERNATE- Setelah Wahda S. Umsoohy diangkat dan ditugaskan oleh Wali Kota Ternate, M. Tauhid Soleman sebagai Kepala SMP Negeri 3 Ternate, di dataran hijau Gambesi Ternate Selatan, ditandai dengan pelantikan di Pulau Moti, 8 Mei 2023.

Namun Wahda mengaku sangat kaget dan nyaris terjatuh saat masuk di sekolah itu sebulan lalu, ketika melihat kondisi sekolah dan fasilitas ruang belajar cukup sangat memprihatinkan yang membuat peserta didik tak nyaman belajar dan guru tidak bebas berekspresi bina, ajar dan didik di ruang kelas.

Pasalnya, plafon sudah terlepas dari rangka, air masuk dari bawah bongkar fondasi. Cat ruang belajar terkelupas alias kaskadu. Warga diajak melihat fasilitas sekolah, tempat anak-anak dibina, dididik dan diajarkan selama tiga tahun.

“Saya masuk di SMP Negeri 3 Ternate di selatan jauh-dataran hijau Gambesi ini-saya agak kaget, untung saya tar (tidak) jatuh lihat kondisi sekolah dan fasilitas ruang belajar yang memprihatinkan itu,” katanya, Sabtu (10/6/2023).

Wahdapun menceritakan tentang pengalamannya mengunjungi dan membandingkan dengan SMP Negeri 3 yang ada di Jakarta, SMP Negeri Surabaya, SMP 3 Makassar maupun SMP Negeri 3 Papua.

“Saya tidak membayangkan fasilitas seperti yang ada ini. Anak-anak kita tidak nyaman mengenyam pendidikan di dalam ruang-ruang kelas yang sudah dibagikan di bulan-bulan atau tahun-tahun sebelum,” ucapnya.

Kepsek menunjuk ke arah dalam gedung sekolah itu, terletak di bagian belakang atau sebelah ke arah laut (ka lau) hanya Allah dan Nabi yang tahu.

“Saya baru dengar informasi di SMP Negeri 3. Biasanya, bila hujan air bocor masuk dari atas seng ke bawah, tapi ini aneh, air masuk dari bawah fondasi naik ke atas lantai ruang belajar,” ucapnya.

Bacaan Lainnya

Kondisi itu terjadi pada dua sampai tiga ruang belajar, sehingga para gurupun menyampaikan. “Guru- guru bilang ke saya, pak kalau boleh bikin akan bagaimanalah, proses belajar mengajar di ruang kelas itu bisa nyaman,” ujarnya.

Kedatangan dirinya tidak mengeluh dihadapan orang tua siswa dan masyarakat selatan jauh, tapi Wahda bilang kalau dirinya pernah pimpin SMP Negeri 6 dan SMP Islam 1 Ternate yang begitu tenar di bidang intra apalagi ekstrakulikuler.

“Saya datang di SMP Negeri 3 ini, yang diberikan kepercayaan oleh Wali Kota Ternate, bapak Tauhid Soleman. Insya Allah, bapak/ibu dibelakang saya, saya akan kasih manis sekolah ini semanis-manis madu,” janji Wahda.

Mendengar itu, sontak aplaus berkali-kali datang dari peserta didik, orang tua siswa maupun warga Gambesi yang hadir saat itu, sambil memberikan atensi pada Kepsek yang peduli dan jiwa membangun seperti ini.

“Peduli dan jiwa membangun seperti pak Wahda Umsoohy cocok dan pas untuk bangun SMP 3 maju bersaing di bidang intrakurikuler maupun ekstrakulikuler dengan sekolah-sekolah yang ada,” kata orang tua siswi, Fahmi A. Simin.

Wahda kembali mengulangi pada penyampaian kelulusan 149 siswa/ anggatan 2022-2023 dan penguku han sebagai alumni ke-40 SMP Negeri 3 berada di dataran hijau Gambesi ini. Ia sebut sekolah yang dipimpinnya berada di selatan jauh.

“Jangan bapak/ibu bayangkan tidak akan manis. Saya akan pastikan kasih manis…. manis….. semanis madu. Saya ulangi sekali lagi manis manis madu. Percayakan putra dan putri bapak/ibu bersekolah di SMP negeri 3 Kota Ternate,” katanya.

Kepsek Wahda kembali mengingat kan bahwa, pendidikan itu penting untuk masa depan buah hati, dan bekal bagi anak-anak. “Jangan ada dusta diantara kita, jangan ada penghianatan diantara kita,” sambungnya menjelaskan.

Sebagai pengelola sekolah, sebagai guru, sebagai penanggung jawab kegiatan di dataran hijau ini bahwa, orang tua di Gambesi, Ngade, Fitu, Jambula, Sasa, Kastela sampai Aftador. “Saya dibelakang bapak/ibu kasih manis manis ini sekolah.

Orang tua mengiyakan sekolah ini dikasih manis. Lahan yang begini besar, tetapi kemudian lahan tidak bisa dimanfaatkan anak-anak. “Bagaimana anak-anak mau manfa atkan. Saya agak tacigi (kaget) juga, kalau balompat sabarang bisa-bisa hilang,” katanya.

Kepsek SMP Negeri 3 itu mengajak warga melihat sekolah ini, bikin akan sekolah ini. “Sekolah ini kalau tidak dibikin, dua tiga tahun akan datang pasti rubuh. Pasti dia pe plafon dapat dilaut, di kangkung -kangkung,” tandasnya.

Reporter : Darwis
EditorΒ Β Β Β Β  : Supriadi Sanusi
halilintarnews.id. 2023

PT. Halilintar News Group

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *