Ternate Ditetapkan Parameter Penilaian inflasi di Indonesia



HALILINTARNEWS.id,TERNATE-
Persoalan inflasi setiap saat dipantau Kementrian Dalam Negeri di daerah-daerah termasuk Kota Ternate. Ternate terus ber upaya kembangkan holtikultura. Holtikultura sebagai komoditas pemicu inflasi yang sangat tinggi.

Wali Kota Ternate, M. Tauhid Sole- man, menegaskan saat ini kita mengalami inflasi secara nasional meski data yang ada ini tingkat nasional itu rata-rata 4, 96 persen. Bahkan di daerah Sumatera sampai menembus di angka 9 persen.

“Inflasi di Kota Ternate 3,86 persen masih dibawah nasional atau urutan ketiga dari bawah ke atas. Tetapi Ternate pernah tercatat inflasi nomor tiga kota di Indonesia mencapai 9,76 persen di tahun 2013,” katanya, di kelurahan Loto, Ternate Barat, Minggu (18/9/2022).

Wali Kota menyampaikan hal itu saat melaunching proyek perubah an inovasiΒ β€œAkselerasi Kemandirian Petani Hortikultura melalui Urban Farming.” Ini menjadi pilihan karena hortikultura sebagai komoditas pemicu inflasi yang sangat tinggi.

“Kalau inflasi nilai uang tidak ada gunanya. Biar gaji naik tapi inflasi juga ikut naik apalagi saat ini ditambah lagi dengan naiknya BBM. “Jadi inflasi yang dialami saat ini termasuk naiknya BBM disebabkan Indonesia mengalami krisis pangan dan krisis energi,” ucapnya.

Pangan, kata Wali kota, Ternate masih tergantung dari luar daerah. Stok pangan dan panen tomat dan cabai yang ada belum mampu untuk menutupi kebutuhan di Kota Ternate. “Memang kita di Kota Ter- nate ini sebagian besar konsumsi produk pertanian masih berasal dari luar Ternate,” ujarnya.

Karena itu, cerita Wali Kota, dirinya bersama Kepala Perwakilan BI beberapa waktu lalu berkunjung ke Wasile Timur, memastikan petani disana, bahwa pasar Ternate ter- buka karena pertanian internal di Kota Ternate belum bisa mendukung konsumsi masyarakat Ternate secara keseluruhan.

“Itu yang menyebabkan Ternate ditetapkan sebagai salah satu daerah yang menjadi ukuran atau parameter penilaian inflasi di Indonesia. Ini sebenarnya menjadi pemicu bagi kita untuk berupaya agar persoalan konsumsi pangan ini harus diseriusi karena saat ini kita mengalami krisis pangan dan krisis energi,” jelasnya. (wis)

Bacaan Lainnya
PT. Halilintar News Group

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *