HALILINTARNEWS.id,TERNATE–
Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Ternate menyoroti penggunaan Dana Alokasi Khusus (DAK) untuk program fisik maupun non fisik. Sebab, mereka bilang, terkesan penyerapan DAK lambat. Hal ini berdampak pada tidak capai target di akhir tahun.
Ketua DPRD Kota Ternate, Muhajirin Bailussy mengatakan, hal itu terjadi karena adanya keterlambatan ten- der kegiatan fisik yang bersumber dari DAK fisik. “Kami (DPRD) hanya ingatkan jangan sampai DAK tak capai target di akhiri tahun nanti,” katanya, Minggu (18/9/2022).
Karena itu, Muhajirin menyebut, jika itu tak capai target, maka akan sangat mengganggu alokasi DAK di tahun 2023 mendatang. “Harapan kami penyerapan tahun ini bisa lebih bagus,” jelas politisi PKB itu.
Bila membanding banding penye- rapan DAK tahun ini dengan tahun 2021, akui Muhajirin, masih sama seperti di 2021.“Justru kami sangat berharap besar dari tahun ke tahun ada perubahan-perubahan mulai dari perencanaan anggaran dan perbaikan,” katanya.
Muhajirin minta Pemkot harus kon sisten. “Perubahan dari sisi peren canaan dan perbaikan itu misalnya APBD ketuk di Desember dan Feb- ruari itu sudah bisa susun peren- canaan. Sehingga Maret atau April kegiatan sudah bisa jalan,” ujarnya.
Dia menambahkan, OPD tehnis seperti Dinas PUPR harus lebih banyak mengkoreksi sistem perencanaanya. “Pemkot melalui OPD teknis seperti PUPR dan Disperkim sebelum akhir tahun semua kegiatan fisik dari DAK harus dipercepat tuntas pekerjaan di lapangan,” tambahnya.
Sementara itu, Wakil Ketua komisi III DPRD Kota Ternate, H. Fahri Bachdar, menilai belum maksimal nya penyerapan DAK di tahun ini oleh Pemkot Ternate, karena dari target DAK Rp 70 miliar lebih, saat realisasi baru mencapai Rp 18 miliar lebih.
“Kita bisa lihat saja ini hanya tinggal waktu tiga bulan saja 2022 sudah berakhir, dan masih ada sekitar Rp 52 miliar DAK yang belum terpakai maka ini harus kami soroti,” jelasnya.
Dari itulah, ungkap Fahri, pihak nya meminta pemerintah kota mela lui OPD terkait yang menangani kegiatan fisik dan non fisik yang sumbernya dari dana alokasi khusus di tahun ini, agar bisa dipacu lagi kinerjanya.
“Jika ada kegiatan yang sudah capai 100 maka secepatnya dilaku kan pemeriksaan dengan dukungan data administrasi yang lengkap, agar realisasi pembayaran dana tersebut cepat tersalurkan sesuai tahapannya,” ucap dia.
Reporter : Darwis
Editor : Supriadi
halilintarnews.id. 2022











