Beranda JENEPONTO

Ketua PDUI Kabupaten Jeneponto Diduga Perintahkan Honorer Lakukan Pungli Pasien BPJS

325
0


Affiliate Banner Unlimited Hosting Indonesia

HALILINTARNEWS.id, JENEPONTO — Menindak lanjuti pemberitaan selanjutnya tentang Kasus dugaan pungutan liar (pungli) yang dilakukan oleh oknum dokter di Puskesmas Tolo Kecamatan Kelara Kabupaten Jeneponto Menuai Sorotan, Kenapa ridak beberapa keluarga pasien yang berobat di Puskesmas tolo tersebut telah meminta sejumlah uang terhadap keluarga pasien pemegang Kartu (BPJS) dan menyertakan kwitansi pembayaran sebesar Rp.150.000, namun tidak mencantumkan nama obat yang digunakan oleh pasien tersebut, serta menggunakan Stempel atas nama Institusi Puskesmas Tolo dan hanya tertera keterangan dan berikan Obat Injeksi Dari Dokter “.

Kasus ini terus mendapat sorotan dari berbagai elemen masyarakat khususnya keluarga pasien yang menjadi korban dari pungutan liar tersebut.

Salah satu kecaman keras dari Aktivis yang angkat bicara adalah Ketua Lembaga Pemberantas Korupsi (LPK) Provinsi Sulawesi Selatan Hasan Anwar dan rekan media kepada Halilintarnews.id, Selasa (12/10/21).

Hal tersebut dapat dibuktikan berdasarkan dengan pengakuan Oknum dokter berinisial E yang ditemui oleh koalisi Ormas dan rekan media pada senin, (11/10/21) mengatakan bahwa pungutan liar (Pungli) yang dilakukan oleh honorer terhadap sejumlah pasien pemegang BPJS sebesar Rp.150.000, itu atas perintah saya dan kami lakukan sudah berlangsung beberapa tahun hingga saat ini serta ada pembukuan sebagai catatan tersendiri sebagai komsumsi pribadi” Akunya.

Sementara Kepala Puskesmas Tolo Ibu Yuliati yang juga dikonfirmasi melalui Via WhatsApp Nya mengatakan bahwa terkait adanya pungutan liar (Pungli) itu atas perintah dari dokter berinisial E kepada tenaga honorer namun honorer tersebut tidak tahu apa-apa.” Jelasnya

Ditempat yang terpisah Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Jeneponto Susanti Mansyur yang dikonfirmasi juga melalui Via WhatsApp Nya mengatakan bahwa Terkait berita ini kami sementara dengan tim berkoordinasi dengan kepala Puskesmas (Kapus).ujarnya

Baca Juga :  Inspektur Inspektorat Jeneponto Tegaskan Larangan Gratifikasi

Perlu diketahui bahwa oknum dokter E merupakan ketua Perhimpunan Dokter Umum Indonesia (PDUI) Kabupaten Jeneponto.
Sementara Ketua Lembaga Pemberantas Korupsi (LPK) akan segera membentuk tim untuk melakukan Pelaporan Kepenegakan Hukum.(Tim)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here