Beranda Uncategorized

“Motong Dana PIP” Oknum Kepsek Jeneponto Berontak Aniaya Oknum Wartawan Berujung Dipolisikan

419
0


Affiliate Banner Unlimited Hosting Indonesia

HALILINTARNEWS.id, BANTAENG — Kepala Sekolah SDI 242 Kanang-kanang Kecamatan Taroang Kabupaten Jeneponto Sulawesi Selatan, Asrul Azis Spd, selama ini menuai sorotan tajam dari masyarakat dan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) lantaran diduga melakukan pemotongan Dana Bantuan Indonesia Pintar (PIP) yang sebelumnya Dana Bantuan Siswa Miskin (BSM) terhadap para murid yang kurang mampu.

Menurut korban dari wartawan media Bidik Nasional Iskandar Lewa dihadapan halilintar news.id saat melapor di kantor Polres Bantaeng pada Rabu 6/10/2021 mengatakan, bahwa lelaki Asrul Azis adalah Kepala Sekolah SDI 242 Kanang-kanang, yang marak menuai sorotan dari para orang tua murid lantaran hak para murid-murid yang menerima PIP atau BSM diduga melakukan pemotongan, ungkap Iskandar.

Hal ini, atas keluhan para orang tua murid SDI 232 Kanang-kanang tersebut, sehingga muncul pemberitaan dari berbagai media Online, yang telah diberitakan sebelumnya “Dana PIP Diduga Raib di Kantong Kepsek SDI 242 Kanang-kanang Kabupaten Jeneponto” pada edisi 24/7/2021 lalu.

Masih kata Iskandar Lewa menjelaskan, entah kenapa Kepsek Asrul Asiz yang merasukinya tiba-tiba datang marah-marah langsung memangil saya dalam warung, dengan berdali he” kamu keluar kata Asrul, setelah saya keluar di depan warung tepatnya di kampung Sasaya Kelurahan Bontosunggu Kecamatan Bissappu, pas di pinggir jalan poros secara gerak cepat meninju muka saya dan langsung terjatuh menyerang namun berhasil saya menangkis hingga kaki saya berdarah, jelas Iskandar wartawan Bidik Nasional.

“Saya lagi minum kopi di warung milik Agus tiba-tiba datang mengendarai motor langsung melakukan penganiayaan pada Rabu 6/10/2021, berkisar pukul 10.30 WITA,”

“Tak sepantasnya seorang tenaga pendidik berbuat bagaikan preman jalanan, jika persoalan berita itu ada jalur melakukan hak koreksi atau hak jawab, bukan seenaknya melakukan penganiayaan terhadap Jurnalis,” kata Iskandar.

“Atas perbuatan Kepsek Asrul melakukan penganiayaan wartawan, sehingga saya selaku korban merasa keberatan melalui jalur hukum,” tegas Iskandar.

Menurutnya saat setelah kejadian penganiyaan yang menimpa diri saya, langsung melaporkan di Polres Bantaeng dan melakukan Visum di RSUD Anwar Makkatutu Kabupaten Bantaeng, tutur Iskandar.

“Saya sudah melapor di Polres Bantaeng, berdasarkan laporan polisi No.Pol: LP/202/X/2021/SPKT tanggal 6 Oktober 2021.

Di tempat terpisah salah seorang pemilik warung kios Agus dihadapan halilintar news.id, Rabu malam 6/10/2021 mengatakan kejadian tadi di kios saya awalnya main-main saja, setelah terjatuh baru saya berteriak Bapak jangan berkelahi di sini banyak orang, ungkap Agus pemilik kios.

Iskandar menambahkan, kasus itu yang telah diberitakan sebelumnya pada edisi 24/7/2021 lalu, salah satu LSM di Jeneponto yakni Koordinator Divisi Intelejen LSM Lingkar Kabupaten Jeneponto dihadapan rekan wartawan Minggu 25/7/2021 lalu mengatakan, menyesalkan apa yang dilakukan oleh oknum Kepsek tersebut,”itu salah satu bentuk pungutan liar (Pungli), karena dana PIP itu adalah merupakan haknya para murid yang kurang mampu, kata Iskandar.

“Dana PIP juga harus diserahkan sepenuhnya kepada pribadi sang anak kurang mampu, bahkan orang tua hanya menjadi pihak yang didampingi atau mengawasi anak dalam mengambil dan menggunakannya,”

Hal itu saya selaku korban penganiayaan meminta kepada Kapolres Bantaeng agar laporan saya segera menindaklanjuti sesuai peraturan hukum yang berlaku, tegas Iskandar.

Selain itu meminta agar diterapkan pasal berlapis sesuai UU Pers Nomor 40 tahun 1999, siapapun yang menghalangi tiga wartawan denda 500 juta dan pidana 2 tahun.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here