HALILINTARNEWS.id, TERNATE –
Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Ternate meminta penjelasan Dinas Lingkungan Hidup (DLH)
penyebab kematian ribuan ikan di pantai Sasa Ternate Selatan, beberapa waktu lalu yang menggegerkan warga setempat.
“Apa yang menyebabkan kematian ribuan ikan itu dan apa langkah antisipasi yang sudah diambil sambil menunggu hasil uji laboratorium (uji lab) dari Manado,” kata Sekretaris Komisi III DPRD Kota Ternate, H. Usman M. Nur, Kamis (21/9/2023).
DPRD lewat komisi III pekan depan minta penjelasan penyebab kematian ribuan ikan.”Jalur limbah dari mana yang berpotensi penyebab kematian ribuan ikan itu,” ucapnya. Dugaan bukan ampas tahu dari pabrik, tapi juga faktor lain seperti sampah.
Usman mengatakan, kendati pihak
DLH terkonfirmasi telah melakukan uji sampel air di sekitar wilayah pencemaran dan sampel tersebut saat ini sedang dilakukan pengujian di Water Laboratory Nusantara (WLN) Manado, Sulawesi Utara.
Menurut politisi PKB ini, secara kasat mata DLH bisa melakukan penelusuran terhadap penyebab kematian ribuan ikan di pantai Sasa tersebut. Dia menduga bukan saja ampas tahu tapi juga sampah dari kali mati yang bermuara di pantai.
βBila penelusuran jalur limbahnya, tidak perlu uji lab, karena mereka bisa lihat dengan mata telanjang. Contoh, kalau ada pabrik disitu limbahnya berakhir ke mana, apa bermuara ke laut atau bagaimana bisa dianalisis dugaan awal,” ucapnya.
Kebenaran itu, tegas Usman,tinggal menunggu hasil lab dari Manado. Kalau ternyata akibat limbah cair dari pabrik atau barangka (kalimati) tinggal diantisipasi agar kejadian kematian ribuan ikan itu tidak kembali terulang,” tandasnya.
Terpisah Kepala Bidang Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan (P2KL) DLH Ternate, M. Syarif Tjan mengatakan, DLH belum bisa pastikan penyebab ikan-ikan itu mati. Dugaan awal disebabkan adanya pencemaran, karena ada zat yang masuk di perairan laut.
Hal itu menyebabkan terjadinya penurunan daya dukung dan daya tampung lingkungan yang mengakibatkan ikan mati. βKami juga menduga adanya aktivitas pabrik tahu yang membuang limbah cair dan ada juga aliran sampah dari kali mati di Sasa,” sambungnya.
Yang mengakibatkan terjadinya ledakan plankton di sekitar perairan Sasa, itu yang membuat tekanan oksigen perairan tidak stabil dan ikan susah bernafas, akhirnya bisa mati. “DLH menunggu hasil uji lab dari Manado untuk pastikan penyebab mati ribuan ikan itu,” pungkasnya.
Reporter : Wis
Redaktur : Fitri Indriani
@halilintarnews.id 2023











