HAILINTARNEWS.id,TERNATE-Badan Kesatuan Kebang saan dan Politik (Kesbangpol) Kota Ternate melaksanakan pendidikan politik untuk menunjang kegiatan politik di Kota Ternate, pada 26-27 Juni 2023. Kelurahan rawan dibentuk FKDM meminimalisir gangguan keamanan menjelang pemilu 2024.
Kepala Badan Kesbangpol Ternate, Nuryadin Rahman, mengatakan, pihaknya menyelenggaran pendidi kan politik dengan memilih tema,
membangun kesadaran politik mewujudkan demokrasi yang bermartabat menuju pemilu 2024.
“Take line ini bertujuan membangun kualitas demokrasi supaya masya rakat ikut ambil bagian dalam meningkatkan partisipasi politik masyarakat,” katanya, di ruang kerjanya di kawasan Salero Puncak, Ternate Utara, Rabu (22/6/2023).
Menurut Nuryadin, dalam kegiatan tersebut ada beberapa materi yang disajikan berkaitan dengan penye lenggaraan pemilu. “Kami undang pemilih pemula, ormas, lembaga, dan perwakilan masyarakat,” ujar mantan Kadis Perkim itu.
Kaban Kesbangpol menyampaikan, pendidikan politik merupakan suatu hal penting bagi masyarakat, dan pemilih pemula, untuk menambah ilmu dan membuka wawasan masyarakat akan hak dan kewajiban dalam politik.
Semakin meningkatnya pengetahu an masyarakat dalam politik, diharapkan masyarakat nantinya dapat berperan aktif dalam berbagai kegiatan politik, sehingga target meningkat partisipasi politik pada Pemilu nanti dapat tercapai.
“Pemda berkewajiban laksanakan pendidikan politik jelang Pemilu kepada peserta pemilu sebagai salah satu amanat undang-undang dan tugas pokok fungsi pemerintah daerah, dalam penyelenggaraan Pemilu,” imbuhnya.
Nuryadin menambahkan, juga ada kegiatan Forum kewaspadaan dini masyarakat (FKDM). Dalam forum itu nanti dibagi ada tingkat Kota dan kecamatan.”Tingkat kecamatan itu membawahi beberapa kelurahan yang tugasnya memantau kelurah an yang berpotensi mengalami gangguan keamanan tinggi yang itu kita bentuk disitu sesuai dengan data yang ada sehingga meminima lisir soal gangguan keamanan menjelang pemilu,” ucapnya.
Mantan Kadis Perindag ini bilang, kalau potensi sampai sejauh ini masih kurang lebih ada sepuluh sampai dua belas kelurahan. “Kelurahan mana saja itu tidak bisa kami publikasikan,” sambungnya menjelaskan.
Tetapi dari dinamika itu sudah bisa tergambar kelurahan yang berpo tensi konflik akan ada disitu. Maka untuk itu akan dibahas dalam fkdm yang leadingnya ada di Polres Ter- nate untuk melakukan konsoli dasi terkait pengamanan melalui FKDM.
Begitu pula ada patroli wilayah yang tugasnya ada di Kodim sehingga ada sinergitas antara TNI dan Polri termasuk masyarakat. Ini semua dalam rangka menyukses- kan pemilu di 2024 .
Nuryadin menyatakan, karena pe nyelenggaraan pemilu serentak ini baru pertama dilaksanakan jadi dina mika, resistensi, kelebihan dan kekurangannya pasti ada.”Sehingga pemerintah harus hadir untuk men- jembatani kepentingan-kepentingan masyarakat dalam rangka ikut me- nyukseskan pemilu,” tandasnya.
Reporter : Darwis
EditorΒ Β Β Β Β : Supriadi Sanusi
halilintarnews.id. 2023











