HALILINTARNEWS.id,TERNATE-Masyarakat kota Ternate yang bermukim atau melakukan aktivitas di daerah pesisir pantai yang berpotensi terjadi bencana banjir rob dan gelombang pasang agar waspada apabila terjadi angin kencang dan gelombang tinggi.
Kewaspadaan ini penting dilakukan mengingat kondisi saat ini tak ber sahabat dan bertepatan dengan bu lan purnama sehingga meningkat peluang terjadinya banjir pesisir di wilayah Maluku Utara (Malut).
Hal itu dikemukakan Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Ternate, Ihsan Hamzah, menindaklanjuti pantauan cuaca yang dikelurkan oleh BMKG Stasiun klas I Sultan Babullah Ternate 5 Januari 2023 tentang Peringatan Dini cuaca di wilayah Malut selama tiga hari kedepan.
“Peringatan dini terhitung mulai dari tanggal 6 sampai 8 Januari 2023, karena ada potensi peningkatan kecepatan angin yang terdampak pada meningkatnya tinggi gelom bang pasang di wilayah Maluku Utara,” katanya, Jumat (6/1/2023).
Kondisi tersebut mulai terasa dengan kecepatan angin yang disertai hujan yang intensitasnya sedang terjadi pada pukul 20.00 WIT. Angin yang disertai hujan sedang tersebut tidak berlangsung lama, kemudian kembali redah.
Kondis yang tidak bersahabat, nelayan diminta agar tidak melaut selama tiga hari kedepan dan masyarakat yang akan bepergian menggunakan transportasi laut untuk tetap waspada dengan melihat kondisi cuaca.
“Kewaspadaan ini juga akan bahaya pohon-pohon yang tumbang. Oleh karena itu, memangkas dan merapikan dahan pokok yang sudah mulai lapuk dan rawan tumbang di sekitar pemukiman,” ungkapnya.
Sebagai bentuk mitigasi bencana terhadap yang dapat ditimbulkan kapan saja, Ihsan menghimbau kepada masyarakat agar selalu mengawasi dan saling mengingat kan terutama anak-anak tidak ber main di pesisir pantai sehingga tak terjadi hal hal yang tidak diinginkan.
“Warga senantiasa berkoordinasi dan melaporkan kondisi cuaca di lingkungan sekitar kepada aparat setempat seperti RT/RW dan Lurah terhadap potensi bencana yang bakal terjadi,” pungkasnya. (wis)











