HALILINTARNEWS.id,TERNATE– Proyek penahan ombak (break water), Pelabuhan Hiri di kelurahan Sulamadaha, Kecamatan Ternate Barat, Kota Ternate, harus selesai sebelum Pilkada 2024. Di satu sisi, alokasi anggaran proyek tersebut di APBD tahun 2023 belum jelas.
Hidayatullah Sjah sebagai Sultan Ternate, mengimbau kepada Wali Kota Ternate, M. Tauhid Soleman segera bikin dermaga Hiri yang ada di Sulamadaha itu. “Jangan tunggu momen Pilkada, baru bikin,” tegasnya, Kamis (5/1/2023).
Penegasan Sultan itu mengingat sudah cukup lama proyek penahan ombak Pelabuhan penyeberangan Hiri di Sulamadaha, Ternate Barat itu hanya habis di janji-janji, nyaris tak diikuti dengan alokasi anggaran yang jelas dalam dokumen APBD.
Hal ini yang membuat Aliansi Masyarakat Pulau Hiri (AMPUH) Kota Ternate, mengkritisi keberpihakan Wali Kota maupun pengawasan DPRD Kota Ternate terhadap pembuatan tetrapod untuk proyek penahan ombak.
Koordinator AMPUH Kota Ternate, Wawan menilai Pemkot dan DPRD setempat tidak serius. Sebab, sejauh ini belum melihat secara pasti bagaimana keberpihakan dari .periode ke periode. “Padahal perjuangan Pelabuhan Hiri telah dimulai sejak tahun 2012,” ucapnya, Kamis (5/1/2023).
Wawan menyampaikan, pelayanan infrastruktur dasar masyarakat pulau Hiri, sebelumnya pada tahun 2020 di masa kepemimpinan (alm) Haji Burhan Abdurrahman, telah berhasil. “Kami bersama pemerin- tah mendatangani MoU bangun Pelabuhan Hiri,β ujarnya.
Bahkan, menurut dia, kala itu anggaran awal yang disepakati Pemkot Rp 900 juta dengan postur pada APBD Perubahan 2020. “Tapi tak kunjung selesai. Karakter biro- krasi seperti ini yang tak menunjuk kan transparansi pembangunan ke publik, apalagi mau bicara kebutuhan publik,β katanya.
Wawan sebut, hingga kini Pemkot Ternate belum menunaikan janji mereka. Indikatornya pada APBD Perubahan 2021 dan APBD Induk 2022, anggaran Pelabuhan Hiri senilai Rp 2 miliar hanya untuk penambahan pencetakan tetrapod.
βTapi sejauh ini, apakah anggaran
sebesar itu hanya digunakan untuk cetak tetrapod saja. Terus di mana tetrapod itu dikerjakan,” tanya dia.
Sambung Wawan, pak Tauhid juga janji, tahun 2022 pembangunan sudah dinyatakan selesai, tapi dalam pembahasan APBD Perubah an 2022, anggaran Pelabuhan Hiri tidak diakomodir di dalam dokumen RAPBD Perubahan.
Pemkot Ternate menurut dia juga tidak pernah membuka ke publik di mana perencanaan masterplan pembangunan Pelabuhan Hiri. βKita minta hal ini dilakukan secara terbuka, anggaran 2023 juga belum jelas. Kita butuh keseriusan pemerintah kota terkait pelabuhan Hiri,β pungkasnya.
Reporter : Darwis
EditorΒ Β Β Β Β : Supriadi Sanusi
halilintarnews.id. 2023











