Beranda JENEPONTO

Kerjasama Dinsos-Disdukcapil Jeneponto dalam Membantu Sepasang Kakek-Nenek yang tidak Tersentuh Bantuan Sosial

Untuk memudahkan pasutri yang sudah Lansia ini, Proses perekaman e-KTP dilakukan di rumah Kakek Sabutung sendiri di dusun Pallantikang, Desa Garassikang.

13
0


HALILINTARNEWS.id, JENEPONTO – Salah satu Pasangan Suami Istri (Pasutri) di Desa Garassikang, Kecamatan Bangkala Barat, Kabupaten Jeneponto, Sulsel yang kini telah menyandang kakek-nenek atau Lanjut Usia (Lansia) tidak pernah mendapat Bantuan Sosial (Bansos) dari Kemensos RI, seperti program Bansos PKH, BPNT, dll.

Kakek Sabutung bersama istrinya yang setia, Kamisa hidup dalam sebuah rumah panggung yang sangat memprihatinkan, dilengkapi dengan fasilitas yang juga seadanya. Usianya yang tidak lagi muda membuatnya sulit untuk mencari nafkah dalam memenuhi kehidupan mereka sehari-sehari.

Ironisnya, kehidupan yang demikian memprihatinkan tidak pernah tersentuh Bantuan Sosial (Bansos) yang keluar melalui Kementerian Sosial Republik Indonesia (Kemensos RI).

Bukan tanpa sebab mereka tidak pernah mendapatkan Bansos Kemensos, mereka tidak mendapatkan Bansos tersebut karena tidak memiliki Kartu Keluarga (KK) dan Kartu Tanda Penduduk (KTP). KK dan KTP sebagai syarat utama seorang warga untuk mendapatkan Bansos Kemensos, tak dimiliki oleh Pasutri yang sudah Lansia ini.

Mengetahui hal tersebut, pihak Dinas Sosial Kabupaten Jeneponto yang bertanggung jawab atas Bansos Kemensos, melakukan kerjasama dengan pihak Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Jeneponto yang bertanggung jawab atas penerbitan KK dan KTP.

Ibu Nirmala Syuaib, ST., M.Si selaku Kepala Dinas Sosial (Kadinsos) Jeneponto menggandeng salah seorang Operator Disdukcapil Jeneponto, Andi Fadrian Syahfahmul untuk melakukan perekaman e-KTP dan pencatatan untuk keluarga kakek Sabutung.

Untuk memudahkan pasutri yang sudah Lansia ini, Proses perekaman e-KTP dilakukan di rumah Kakek Sabutung sendiri di dusun Pallantikang, Desa Garassikang.

Terlihat, kakek Sabutung diusianya yang sudah tua, dia hanya bisa terbaring di tempat tidurnya, dengan ditemani istrinya yang sangat setia, Nenek Kamisa. Dengan sekuat tenaga, kakek Sabutung membangunkan diri, duduk tegap menghadap kamera, dengan bentangan latar biru yang dipegang oleh ibu Nirmala.

Andi Fadrian Syahfahmul dengan fasilitas lengkap, seperti alat perekaman, kamera, PC, dan WiFi, mengambil beberapa data milik kakek Sabutung dan Nenek Kamisa, seperti sidik jari, foto, rona mata, dan tanda tangan sebagai bahan untuk menerbitkan KK dan NIK untuk keluarga Kakek Sabutung, agar dapat mendapat Bantuan Sosial (Bansos) dari Kementerian Sosial Republik Indonesia (Kemensos RI).

halilintarnews.id. 2021

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here