Beranda Jakarta

Wartawan yang Tidak Netral di Pilkada Silahkan Keluar Sebelum Dipecat

53
0


HALILINTARNEWS.id, JAKARTA — Ketua Dewan Kehormatan PWI Pusat, H Ilham Bintang dalam Raker yang dilaksanakan secara virtual dengan para ketua Dewan Kehormatan PWI Provinsi se-Indonesia, Senin (26/10/2020) dari pukul 10.00 WIB sampai 12.00 WIB. (Foto Intoniswan/Niaga.Asia)

Wartawan anggota Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) yang beritanya memihak Kepada salah satu calon Kepala Daerah di Pilkada Serentak Tahun 2020 silakan keluar dari PWI sebelum dipecat.

Kemudian pengus PWI yang jadi calon Kepala Daerah dan atau menjadi Tim sukses calon Kepala Daerah di Pilkada serentak Tahun 2020, wajib mengundurkan diri sebagai pengurus PWI disemua tingkatan, apakah di PWI Pusat, Provinsi, atau Kabupaten/kota.

Bersikap independen harga mati di PWI demikian ditegaskan Ketua Dewan Kehormatan PWI Pusat, H Ilham Bintang dalam Raker yang dilaksanakan secara virtual dengan para ketua Dewan Kehormatan PWI Provinsi se-Indonesia, Senin (26/10/2020) dari pukul 10.00 WIB sampai 12.00 WIB.

Dalam raker Ilham Bintang didampingi Sekretarisnya, Sasongko Tejo, dan dalam raker juga diinstruksikan Ilham Bintang agar pengurus Dewan Kehormatan di semua Provinsi mendata pengurus PWI yang jadi Tim sukses pasangan calon Kepala Daerah dan anggota PWI yang beritanya memihak kepada salah satu calon Kepala Daerah.

“Temuan di Daerah agar di sampaikan ke DK PWI Pusat, nanti DK PWI Pusat yang mengusulkan ke PWI Pusat, karena bersikap tidak Independen merupakan pelanggaran berat atas Peraturan Dasar/Peraturan Rumah Tangga (PD/PRT) PWI, Kode Etik Jurnalistik (KEJ) dan  Kode Perilaku Wartawan Anggota PWI,” kata Ilham Bintang.

Ia juga menegaskan, kasus oknum PWI Provinsi Jambi yang bertamu ke salah satu calon Gubernur Jambi, kemudian memakaikan kain selempang berlogo PWI, merupakan pelanggaran fatal. DK PWI Pusat akan menindak lanjuti kasus tersebut dengan bersurat ke PWI Pusat dan minta oknum tersebut diberhentikan dari kepengurusan PWI Jambi.

“DK PWI Pusat juga sudah menerima laporan dari berbagai Daerah, ada pengurus PWI aktif jadi Tim sukses calon Kepala Daerah, tapi tidak melaporkan diri ke Ketua PWI Provinsi atau Kabupaten/Kota dan mengundurkan diri sebagai pengurus,” ungkap Ilham Bintang.

Raker Nasional Dewan Kehormatan PWI se-Indonesia diselenggarakan secara virtual, Senin (26/10/2020)

Ilham Bintang juga mengingatkan ketua dan pengurus PWI Provinsi memperkuat koordinasi dan komunikasi dengan pengurus DKP, serta membangun organisasi sesuai PD/PRT PWI. Jangan menetapkan pengurus PWI Kabupaten/Kota, wartawan yang sedang bermasalah dan tanpa melalui konferensi Kabupaten/kota.

“Wibawa organisasi harus dijaga bersama,” kata Ilham Bintang memberi nasehat
Tulisan tentang Visi dan Misi Bukan Produk Jurnalistik

Menurut Ilham Bintang, tidak ada larangan bagi wartawan dan media menyebarluaskan visi dan misi calon Kepala Daerah, tapi yang jelas tulisan tersebut bukan produk Jurnalistik. Visi dan misi calon Kepala Daerah itu produk Advetorial.

“Rohnya berita itu ada klarifikasi, ada konfirmasi, dan diuji dulu kebenarannya oleh wartawan dan redakturnya,” ungkap Ilham Bintang.

Ia juga menghimbau wartawan anggota PWI memperlakukan sama semua calon Kepala Daerah dalam pemberitaan. Berita tidak boleh menguntungkan salah satu calon Kepala Daerah, tapi merugikan calon lain, ungkapnya.

Editor    : Redaksi
halilintarnews.id. 2020

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here