Beranda Berita Utama

Dangdut Bergoyang Politikus Larut  Dalam  Santer Ijazah Palsu  Berujung Sia – Sia

335
0


HALILINTARNEWS.id, MALUKU UTARA — Dengan berbagai cara yang di lakukan oleh calon Bupati patahana Bahrain Kasuba untuk mengugurkan lawan politiknya calon Bupati dan Wakil Bupati Usman Bassam ternyata sia sia belaka.

 

Adapun issu santer yang di bawakan oleh massa pendukung calon patahana  adalah ijazah palsu.Orator pendemo massa BK yang berkoar – koar menuding Cabut, Usman Sidik menggunakan ijazah palsu.

Ternyata tidak benar, isu itu hanya isapan jempol belaka, buktinya setelah di telusuri hingga ke akar akarnya ternyata tidak benar calon Bupati Haji Usman Sidik menggunakan ijazah palsu.

Ijazah yang di miliki Cabup H. Usman adalah asli. Sejumlah media cetak dan Online  marak di publikasikan dengan netral bahwa ijazah haji Usman Sidik adalah asli.

Calon patahana seharusnya dari awal negosiasi,buang handuk pertanda menyerah karena selain tidak terbukti tuduhannya, juga tidak mencukupi jumlah kursi,dengan kata lain tidak ada partai politik yang bersedia mendukungnya, walaupun ada partai politik yang hendak mengusungnya, namun tidak mencukupi kursi di DPRD Kabupaten Halmahera Selatan Maluku Utara.

Namun demikian baik Bawaslu maupun KPU Halmahera Selatan menerima masukan yang di sampaikan masa pendukung patahana dan di pelajari, diperiksa secara seksama dan hasil pemeriksaan yang di lakukan baik pihak Bawaslu KPU dan penegak hukum terpadu Kabupaten Halmahera Selatan memutuskan dan resmi memasukan hasil keputusan penilaiannya ke penegak hukum terpadu pusat di Jakarta.

Kasus isu ijazah palsu yang tidak mendasar dan tidak terbukti di laporkan oleh Tim Hukum Bupati calon Patahana Bahrain Kasuba. Dan Muhlis Sangaji ke Badan Pengawas Pemilihan Umum.

Untuk di ketahui ujar sumber resmi menyatakan bahwa calon Bupati Patahana yang gagal dan tidak lolos dalam pendaftaran di KPU Halmahera Selatan di karenakan tidak mencukupi, Partai politik pendukung. sehingga memutar otak menggoyang viralnya dengan tuduhan ijazah palsu, tim khusus, Tudigan itupun tidak mendasar ujarnya.

Ia menambahkan. Bahkan Bupati BK memberi kuasa hukum kepada Adi. H. Adam untuk melaporkan isu negatif itu ke Bawaslu pusat.

Kemudian direkomondadikan pula ke Bawaslu Halmahera selatan guna untuk menilai persoalan tersebut.
hasilnya nihil, ungkapnya.

Bawaslu dan Gakkumdu Halmahera selatan menilai secara seksama persoalan itu, akan tetapi didalam penilaiannya termasuk Gakkumdu menyebutkan, tidak Menemukan  adanya pelanggaran atau tidak memenuhi  unsur pelanggaran.

Akhirnya pihak Bawaslu menyerahkan surat pemberhentian kasus tersebut. Hal ini di benarkan oleh Komisioner Bawaslu Halmahera Selatan Asman Jamel. Selanjutnta Asman Jamel turut membenarkan penyerahan surat pemberitahuan penghentian kasus ijazah palsu pada jumat  18 september 2020 di mana surat itu di serahkan langsung oleh penegak Hukum, yakni Gakkumdu Pusat di Jakarta.

Surat dokumen itu di terima oleh Kasubag Penindakan  Bawaslu Republik Indonesia Lesmana dan Bapak Miki ujar Asman kepada rekan Wartawan.

Masih kata asman menjelaskan bahwa penyerahan surat dokumen itu di lakukan oleh Gakkumdu Halmahera Selatan di dampingi oleh jaksa muda Satrio dari Kejaksaan Negeri Halmahera Selaran.

Selanjutnya secara terpisah di jelaskan oleh sumber resmi bahwa kasus tersebut sebelumnya sudah di sampaikan ke Bawaslu Kabupaten Kahar Yasin untuk di publikasikan agar masyarakat Halmahera Selatan mengetahui tentang tuduhan yang tidak mendasar tentang kepemilikan ijazah palsu.

Mendengar bahwa jagoannya tidak berijizah palsu, akhirnya ribuan pendukung Usman Bassam bergoyang dangdut sambil yel yel.. dengan penuh harapan Usman Bassam menang dalam pilkada priode 2020 – 2025.

Penulis : Sir
Editor    : Akhmad Basir Noer
halilintarnews.id. 2020

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here