Beranda Berita Utama

Kades di Bantaeng Diduga Aniaya Oknum ASN di Polisikan

84
0


HALILINTARNEWS.id, BANTAENG — Penganiayaan perempuan kembali terjadi, seorang Pegawai Negeri Sipil (PNS) di Kabupaten Bantaeng kembali heboh di media sosial baik di facebook maupun di WA menuai perbincangan di perkumpulan Warkop dan berbagai instansi.

Insiden ini menuai komentar di facebook dan di WA diketahui korban penganiayaan salah seorang perempuan yang bekerja selaku tata usaha di kantor BKKBN Kabupaten Bantaeng.

Untuk mengkroscek kebenaran informasi tersebut, wartawan halilintarnews.id menyambangi di kediamannya jalan Bungung Barania Bissampole Kelurahan Pallantikan Kecamatan Bantaeng Kabupaten Bantaeng Sulawesi Selatan.

Menurut korban perempuan Rahmawati Binti Rabang (47) di hadapan halilintarnews.id di kediamannya jalan Bungung Barania, pada senin 14/9/2020 menjelaskan, saya datang di kantor Desa Kaloling karena saya dipanggil melalui selulernya guna membicarakan persoalan tanah milik orang tua atau warisan.

” Saya datang menghadiri panggilan Kepala Desa Kaloling sehubungan dengan akan diadakan mediasi tentang masalah jual beli tanah, saat saya bertemu dengan Kades Abdul Rahman, mulailah perbincangan memuncak dengan nada emosi langsung mengusir saya dengan cara mendorong dan menampar dengan menggunakan telapak tangan sebanyak 4 kali dan mengenai wajah, ungkap Rahmawati.

Penganiayaan yang dilakukan Kades Kaloling mengakibatkan korban mengalami muka memar pada hidung pipi sebelah kiri, luka berdarah pada bagian bibir sebelah kanan dan luka bengkak di gusi sebelah kiri, jelas Rahmawati dihadapan rekan wartawan.

Ia menambahkan setelah kejadian itu, saya langsung ke Rumah Sakit untuk dilakukan Visum, hingga melaporkan ke Kantor Polres Bantaeng, dengan bukti pelaporan no.Pol: LP/234/ IX/2020/SPK tanggal 14 september 2020. jelasnya.

Olehnya itu diminta kepada penyidik Polres Bantaeng untuk menindaklanjuti kasus penganiayaan berdasarkan hukum yang berlaku.

Sementara Kepala Desa Kaloling Kecamatan Gantarangkeke, Abdul Rahman saat dihubungi melalui selulernya menjelaskan, sebenarnya ibu Rahma yang datang di Kantor Desa Kaloling mempertanyakan terkait tanah Warisan orang tuanya, pada saat itu Rahma datang ke Kantor Desa Kaloling me dengan tujuan ingin bertemu H.Odang , namun gagal karena H.Odang saat itu berada di Kabupaten Bulukkumba, sehingga terjadi kesalah pahaman hingga terjadi adu jotos mengakibatkan “saya mengalami luka cakar bagian pipi dan bagian lengan, jelas Kades Abdul Rahman.

Abdul Rahman merasa dipermalukan dan beberapa bekas cakar yang dilakukan Ibu Rahmawati, sehingga dia melaporkan di Kantor Polsek Pa’jukukan dengan bukti pelaporan, Nomor : STPL/55/IX/2020/Sul-Sel/Res BTG/Sek.PJK 14 september 2020. Tutup Abdul Rahman.

Penulis : Supriadi Awing
Editor    : Red
halilintarnews.id. 2020

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here