HALILINTARNEWS.id, MUARO JAMBI – Kondisi memprihatinkan terjadi di SD Negeri 112/IX Desa Maro Sebo, Kecamatan Jambi Luar Kota, Kabupaten Muaro Jambi.
Bangunan sekolah yang disebut telah puluhan tahun minim perbaikan kini mengalami kerusakan cukup parah dan dikhawatirkan membahayakan keselamatan siswa serta guru.
Pantauan di lokasi menunjukkan sejumlah bagian bangunan, terutama atap dan balok, telah mengalami kerusakan dan lapuk diduga akibat dimakan rayap.
Kondisi dinding yang juga memprihatinkan semakin menambah kekhawatiran warga sekolah.
Para guru mengaku waswas setiap kali proses belajar mengajar berlangsung. Mereka berharap pemerintah segera turun tangan sebelum kerusakan bangunan menimbulkan korban.
“Kami khawatir dengan kondisi bangunan ini. Proses belajar mengajar tetap berjalan, tetapi keselamatan siswa dan guru harus menjadi perhatian utama,” ujar salah seorang guru.
Selain perbaikan bangunan, SDN 112/IX Maro Sebo juga membutuhkan peningkatan sarana dan prasarana, di antaranya pembangunan pagar sekolah serta perbaikan fasilitas toilet.
Posisi sekolah yang berada di kawasan permukiman dan tepat di sisi jalan desa membuat keberadaan pagar dinilai sangat penting untuk keamanan siswa maupun aset sekolah. Terlebih, pihak sekolah menyebut pernah terjadi kehilangan mesin pompa air dan tandon air.
Kondisi fasilitas toilet juga dilaporkan mengalami kerusakan sehingga membutuhkan perhatian dan perbaikan.
Kepala SDN 112/IX Maro Sebo, Usman, S.Pd., bersama komite sekolah, paguyuban, serta masyarakat dan wali murid berharap berbagai usulan peningkatan sarana dan prasarana tersebut dapat segera direalisasikan oleh Pemerintah Kabupaten Muaro Jambi melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan.
Bagi pihak sekolah dan masyarakat, persoalan tersebut bukan sekadar soal pembangunan fisik. Bangunan yang rusak menyangkut langsung keselamatan anak-anak yang setiap hari menuntut ilmu di dalamnya.
Karena itu, Pemkab Muaro Jambi dan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan diminta tidak menunggu bangunan semakin parah. Kondisi SDN 112/IX Maro Sebo diharapkan segera ditinjau dan mendapat penanganan nyata, terutama pada bagian bangunan yang berpotensi membahayakan.
Jangan sampai pemerintah baru bergerak setelah terjadi musibah. Keselamatan siswa harus menjadi prioritas, bukan sekadar menunggu usulan kembali diajukan.
(Heri Sabrima Tim)





