HALILINTARNEWS.id,TERNATE-Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri 3 Kota Ternate sejak dini sudah menyiapkan guru-guru dengan mengikuti pelatihan selama tiga hari berturut-turut, dalam rangka jelang diterapkan kurikulum merdeka belajar di Kota Ternate.
Fasilitator Nurhayati Pandawa
menilai, ini adalah suatu langkah yang bagus meski sekolah ini belum terdaftar secara sistem tapi sudah mempersiapkan guru-guru bila diterapkan kurikulum merdeka belajar di sekolah tersebut.
“Karena kurikulum merdeka ini awalnya hanya untuk bebe rapa sekolah sebagai sekolah peng gerak uji coba, tapi pada akhirnya semua sekolah harus melaksana kan kurikulum merdeka,” katanya, Senin (17/7/2023).
Yati mengatakan, kurikulum apa saja pasti pilot projek, kayak ada uji coba dan sebagainya. Sama seperti ini, kurikulum merdeka awalnya uji coba tetapi semua sekolah harus melaksanakan kurikulum merdeka belajar tersebut.
Mantan pengawas Disdik itu kem – bali mengatakan, ini upaya- upaya yang diambil SMP 3 cukup bagus sekali pun belum terdaftar secara sistem tapi sudah mempersiapkan karena nantinya tetap kurikulum merdeka belajar ini diterapkan.
“Jadi ada empat aspek dalam kuri kulum belajar yang memang dipa hami terlebih dahulu terkait dengan operasional kurikulum pendidikan, bagaimana penggunaan bahan ajar, pembelajaran dan asesmen, kemu- dian projek pemuatan profil pelajaran Pancasila,” ucapnya.
Empat aspek ini, menurut Yati, yang menjadi roh atau jiwa dari kuriku lum itu. Jadi bagaimana menjalan- kannya, semua itu ada dimensi pro fil pelajar pancasila harus inklud di dalam semua aspek yang memang harus diajarkan kepada siswa.
“Substansi kurikulum merdeka episode ke-15 dari merdeka belajar yang diluncurkan Mendikbud Ristek. Embrio dari kurikulum ini ketika terjadi pandemi, kemudian pemerintah berupaya menjawab permasalahan yang terjadi di dunia pendidikan terkait dengan Krisis kesehatan akibat Covid-19,”ujarnya.
Yaitu yang kini Kepsek SMP Negri 2 Ternate menjelaskan, kurikulum ini awalnya disebut kurikulum prototipe, kemudian baru jadi kurikulum merdeka. Jadi ini lahir disaat pemerintah ingin men jawab disaat pada masa pandemi.
“Tetapi seiring dengan New normal dan sebagainya, ini masih tetap berjalan dan cocok diterapkan karena muatannya adalah pemuatan pendidikan karakter,” katanya menjelaskan.
Sementara itu, Kepsek SMP Negeri 3 Ternate, Wahda S. Umsoohy menjelaskan, pihak mengambil langkah dengan menyiapkan guru- guru mengikuti pelatihan selama tiga hari jelang diterapkan kurikulum merdeka di Kota Ternate.
“Kami mengambil langkah sambil berupaya menyiapkan sekolah ini terdaftar dalam sistem dengan harapan begitu diterapkan kuriku- lum merdeka belajar, guru- guru telah siap jalan kurikulum merdeka tersebut,” katanya.
Apa pun alasannya, Wadha yakin, suatu saat kurikulum merdeka ini diterapkan di semua sekolah. “Kalau itu terjadi, maka kami sudah siap, apalagi bila SMP Negeri 3 sudah terdaftar dalam sistem,” beber Wahda Umsoohy.
Reporter : Darwis
EditorΒ Β Β Β Β : Supriadi Sanusi
halilintarnews.id. 2023











