Anggaran 10 Miliar Bangun Pesda Terancam Hangus di 2024, Kata DPRD Ternate



HALILINTARNEWS.id, TERNATE – Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Ternate mendapat kucuran dana senilai Rp 10 miliar dari pemerintah pusat (perpustakaan pusat atau Pempus) untuk memba ngun gedung kantor perpustakaan daerah .yang baru.

Wakil Ketua Komisi III DPRD Kota Ternate, H. Fahri Bachdar mengata kan, pembangunan perpustakaan Ternate yang sudah disiapkan anggaran senilai Rp 10 miliar oleh Perpustaan Pusat (Perpus) sejak tahun 2022 dan tahun 2023.

“Sampai saat ini Pemerintah kota (Pemkot) Ternate belum menyedia kan lahan tersebut yang punya sertifikatnya untuk dibangun perpustakaan daerah (Pesda) Kota Ternate,” katanya, di kompleks parlemen Ternate,Rabu (9/8/2023).

Hal itu, sambung Fahri, kembali diusulkan oleh Dinas Perpustakaan untuk tahun 2024 dalam perencana an, sehingga diharapkan APBD perubahan 2023 sudah ada alokasi perencanaan terhadap lahan untuk pembangunan gedung tersebut.

“Sehingga saat alokasi anggaran sudah ada, proses perencanaan jalan, dan di input di aplikasi SRIKANDI (Sistem Informasi Kearsi pan Dinamis Terintegrasi) 2024, kalau sudah ada lahan bisa diang- garkan di tahun 2025,” paparnya.

Untuk mencapai hal itu, DPRD lewat komisi III mendorong Pemkot Ter nate untuk menyediakan lahan agar Perpustakaan Pusat kucurkan dana Rp 10 miliar membangun gedung kantor perpustakaan baru karena gedung yang ada tidak cocok lagi.

Fahri menambahkan, Dinas Perpus takaan sendiri usul anggaran yang tertuang dalam KUA PPAS 2024 senilsi Rp 9 miliar, namum yang diakomodir hanya Rp 6,3 miliar. Padahal di dalamnya sudah terma- suk belanja pegawai.

Fahri merinci, terdapat 7 item kegiatan yang disampaikan dengan anggaran Rp 665 juta. Dimana ada kegiatan, Pemeliharaan dan Rehab Gedung Kantor karena bangunan kantor yang sudah lama sehingga mengalami kerusakan baik kebocoran atap dan kamar mandi.

Bacaan Lainnya

Untuk itu, perlu adanya perbaikan yang diusulkan sebesar Rp 350 juta namun tergambar hanya Rp 75 juta. Ada juga program Pengembangan Perpustakaan Tingkat daerah Kabupaten/Kota, membutuhkan tambahan anggaran Rp 30 juta.

Kegiatan Bahan Pustaka butuh tam bahan Rp 100, kegiatan Peningkat an Peran serta Masyarakat dalam Menyimpan Perawatan dan Peles tarian Naskah Kuno butuh anggaran sebesar Rp 150 juta. Penyediaan Informasi Akses dan Layanan Kearsipan melalui Jaringan Infor- masi Kearsipan Nasional (JIKN) yang anggarannya Rp 30 juta.

“Bahkan untuk bimtek aplikasi SRIKANDI membutuhkan alokasi anggaran sebesar Rp 100 juta. Ditambah monev pelaksanaan aplikasi SRIKANDI pada OPD butuh anggaran sebesar Rp 30 juta,” tandasnya.

Reporter : Wis
Redaktur : Fitri Indriani
@halilintarnews.id 2023

PT. Halilintar News Group

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *