Suhu Politik Boleh Hangat, Pertarungan Bisa Panas Tapi Pemberitaan Harus Teduh



HALILINTARNEWS.id,TERNATE– Tahun 2023 bisa dipastikan akan memasuki tahun politik yang semakin semarak dan berjalan penuh dinamika. Kontestasi politik menjelang Pemilu 2024 pun sudah bisa dirasakan sejak tahun 2022. Namun, kontestasi tersebut akan semakin menghangat tahun 2023.

“Proses kandidasi calon akan mengerucut pada tokoh tertentu dan partai-partai politik akan sema kin jelas arah koalisi dan perkubuan nya,” kata Atal S. Depari, Ketua Umum PWI Pusat, Ketua PWI Pusat, melalui rilis yang diterima, Rabu (28/12/2022).

Dalam konteks ini, menurut Atal, menjaga kemandirian pers dan profesionalisme media adalah misi penting yang mesti dijalankan dan dikuatkan bersama-sama.

“Meskipun kita sedang menghadapi semakin kuatnya peran politik media sosial, fakta menunjukkan, media massa konvensional masih menjadi faktor penentu wacana dan opini publik. Wacana politik elektoral yang terbentuk melalui pemberitaan media masih sangat diperhitungkan para kandidat yang ingin menjaring opini dan dukungan masyarakat,” sambungnya.

Pada tahun-tahun politik menjelang pemilu seperti saat ini, semua kelompok politik akan berkepentingan terhadap arah pemberitaan media. Mereka tak pelak lagi akan berusaha mem- pengaruhi sikap media dan wartawan. Hal ini terjadi baik dalam konteks pemilu nasional dan pemilu lokal.

Dalam konteks inilah, Atal bilang PWI Pusat menyerukan kepada seluruh anggotanya maupun seluruh komponen pers nasional agar terus menjaga independensi dan profesioalisme.

Segenap unsur pers harus menghindari posisi menjadi bagian dari kubu-kubu politik yang saling berhadapan dalam Pemilu. Para wartawan tidak boleh menjadi tim sukses atau bahkan menjadi kandidat eksekutif atau legislatif.

“Jika menjadi kandidat atau tim sukses kandidat, aturannya sudah sangat jelas: mundur dari profesi wartawan, paling tidak mengajukan cuti. Harkat dan martabat wartawan harus dijaga. Kepercaya an publik terhadap wartawan dan media harus terus dirawat dan dipertahankan,” tegasnya.

Bacaan Lainnya

Selebihnya, Atal mengajak mari berkontribusi pada pesta demokrasi lima tahunan itu dengan menghadirkan pemberitaan yang senantiasa berimbang, berdasarkan fakta, proporsional, sesuai dengan Kode Etik Jurnalistik.

‘Suhu politik boleh menghangat, pertarungan antar kandidat dalam pemilu boleh memanas, tetapi pemberitaan media massa harus senantiasa teduh dan mencerahkan masyarakat. Para wartawan harus berada digaris depan dalam upaya mempertahankan ruang publik yang beretika dan bermartabat,” papar Atal.

Hampir bisa dipastikan, ungkapnya, perbincangan politik di media sosial akan berjalan dengan tajam, keras bahkan konfliktual.

Dalam hal ini, menurutnya, sudah semestinya media massa konvensional menjadi sumber informasi dan diskusi publik yang lebih baik dan beradab.

“Hal inilah sumbangsih yang diharapkan semua pihak dapat diperankan dengan baik oleh komu nitas pers nasional,” tutupnya.

Reporter : Darwis
EditorΒ Β Β Β Β  : Supriadi Sanusi
halilintarnews.id. 2022

PT. Halilintar News Group

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *