HALILINTARNEWS.id, BANTAENG — Akibat adanya dugaan pihak panitia telah melakukan kecurangan, sehingga membuat H. Tasrif Labandu bersama H. Imran selaku pihak kontraktor mengamuk, meributi Kepala Unit Layanan Pengadaan (ULP) Kabupaten Bantaeng SulSel, Armawansyah S.Sos.MM hingga nyaris baku pukul alias adu pisik. Jumat, 9/7/2022.
Insiden itu dibenarkan oleh kedua rekan kontraktor, ketika dikonfirmasi oleh media online halilintarnews.id di warkop Nopal jalan Andi Mannapiang Kel. Lembang Kec. Bantaeng, pada sabtu (10/7/2022), sore pukul 17.00 wita.
Kedua rekan kontraktor itu mengatakan bahwa vidio yang beredar di media sosial Facebook dan WatssApp terkait insiden keributan yang terjadi di kantor Bupati Bantaeng kemarin, diakibatkan panitia kelompok kerja (Pokja) ULP Pemkab Bantaeng diduga melakukan kecurangan pada proses tender proyek pembangunan Dana Alokasi Khusus (DAK) Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Bantaeng.
H. Imran kepada halilintarnews.id, mengatakan, bahwa soal proses pengerjaan proyek pembangunan DAK diduga panitia Pokja diduga ada keterlibatan, beber kontraktor.
,”Kebobrokan ULP Pokja kepanitiaan proses tender tersebut, kebanyakan perusahaan CV dari luar daerah yang diprioritaskan atau dimenangkan pada proses tender tersebut, sementara Perusahaan CV lokal Bantaeng di anak tirikan,” Kata kesal H.Imran.
Disebutkannya, bahwa dirinya sudah boleh dikatakan neneknya Kontraktor. “Saya sudah neneknya kontraktor yang sejak tahun 1995 beraktifitas dibawa naungan perusahaan “CV Sinar Baru” namun sangat disayangkan ULP dan panitia Pokja proses tender di Bantaeng dinilai tidak adil alias amburadul,” tambahnya.
Hal senada dengan kontraktor H.Tasrif Labandu alias Ondong mengatakan, bahwa ketika dia mengajukan perusahaan CV Formatuna untuk proses tender pada proyek pembangunan DAK sekolah Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Bantaeng, tak kunjung direspon tanpa ada alasan.
“Perlu saya jelaskan adanya Vidio yang beredar, adu jotos dengan Kepala ULP Armansyah karena prosedur proses tender proyek pembangunan sekolah DAK tidak adil dan panitia Pokja diduga ada keterlibatan pelaksanaan proyek tersebut”. Jelasnya.
EditorΒ Β Β : Supriadi Awing
halilintarnews.id. 2022












