Dinilai Pemkab Jeneponto Tak Peduli Perbaikan Jalan, Warga Palajau Tanam Pohon Pisang di Tengah Jalan



HALILINTARNERNEWS.id, JENEPONTO — Banyaknya jalanan poros di wilayah Kabupaten Jeneponto mengalami kerusakan parah menuai sorotan masyarakat dan pengendara lantaran jalanan tersebut jika datang hujan bagaikan kubangan kerbau.

Hal itu yang terjadi di jalan poros Desa Palajau menuju Kalumpang Lompoa nampak rusak parah yang selama ini di keluhkan masyarakat Jeneponto khususnya warga setempat.

Sehingga masyarakat Desa Palajau melakukan aksi tanam pohon pisang di tengah jalan karena kurang 20 tahun terakhir tidak pernah dilakukan perbaikan jalan atau pengaspalan.

Terlihat puluhan masyarakat Desa Palajau menunjukkan kekecewaannya kepada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jeneponto, menanam pohon pisang di tengah jalan, sambil menggantungkan spanduk berwarna merah di pohon pisang yang bertuliskan, “Masyarakat Kecamatan Arungkeke menggugat Kepemerintah Kabupaten Jeneponto Soal Janji Politik 2X GAMMARA Mana Bapak Bupati Kab.Jeneponto 20 Tahun Belum Tersentuh Aspal” pada sabtu 27/2/2022.

Menurut peserta aksi,” kami turun kejalan melakukan aksi tanam pohon pisang tak lain bentuk kekecewaan Pemkab Jeneponto lantaran tidak memperhatikan jalanan umum tersebut,” ungkap peserta aksi.

Para aksi meminta kepada Pemda Jeneponto dan para anggota DPRD Kabupaten Jeneponto untuk membuka mata melakukan perbaikan jalan tersebut, pinta Masyarakat

Salah seorang anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Jeneponto Hanafi Sewang melalui selulernya kepada halilintarnews.id, mengatakan, sebenarnya saya pribadi tidak mengetahui adanya aksi,
setelah saya melihat di media sosial ada masyarakat Desa Palajau melakukan aksi tanam pohon pisang, soal aksi masyarakat tersebut hal yang wajar karena jalanan mulai belokan Pammengkang Bulo-Bulo Kalumpang Loe menuju wilayah Desa Palajau jalanannya sangat rusak parah dan perlu ada perhatian Pemerintah Kabupaten Jeneponto, ungkap Hanafi Sewang.

Bacaan Lainnya

“Saya juga selaku warga di Palajau soal jalanan pengaspalan telah dilakukan selama 3 kali, pernah dilakukan pengaspalan melalui program Plen Internasional pada tahun 1993-1994, setelah itu dikerja lagi pada tahun 2004-2005, setelah itu dikerja lagi 2015-2016,” jelas Hanafi Sewang.

Ruas jalan poros belokan pammekang bulo-bulo menuju Desa Palajau,” tanahnya Labil telah melebihi kapasitas muatan jika mobil raksasa pengangkut timbunan dan pengangkut barang yang keluar masuk di daerah itu,” katanya.

“Saya sudah sampaikan pak Camat terkait jalanan rusak itu beberapa bulan yang lalu untuk melakukan persuratan melalui Pemerintah Desa di tujukan kepada BAPPEDA, PUPR,” kata Hanafi sewang kepada halilintarnews.id.

“Saya selaku anggota DPRDΒ  Jeneponto menyikapi aspirasi pemuda masyarakat Desa Palajau akan menyampaikan langsung ke Komisi 3 DPRD Jeneponto,” pungkas Ketua Komisi 2 DPRD Hanafi Sewang.

PT. Halilintar News Group

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

1 Komentar