Beranda Berita Utama

Oknum Dokter Puskesmas di Jeneponto Diduga Lakukan Pungli Terhadap Sejumlah Pasien

201
0


Affiliate Banner Unlimited Hosting Indonesia

HALILINTARNEWS.id, JENEPONTO –– Puskesmas merupakan fasilitas kesehatan (faskes) tingkat pertama bagi pemegang kartu BPJS kesehatan.

Saat di komfirmasi Kepala Puskesmas Tolo Ibu Yuliati

Selain memiliki fasilitas dasar seperti dokter umum, dokter gigi, dan farmasi, Alur pelayanan puskesmas dimulai dari pendaftaran dan berakhir dengan pengambilan obat atau diberikannya surat rujukan dari puskesmas tersebut. Termasuk bagi pasien pemegang kartu BPJS Kesehatan.

“Semua layanan kesehatan dan pemeriksaan penunjang pasien akan ditanggung oleh BPJS kesehatan.

Sistem jaminan sosial yang berlaku di Indonesia saat ini diselenggarakan oleh Badan Penyelenggara Jaminan Sosial atau BPJS Kesehatan melalui Program Jaminan Kesehatan Nasional – Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS).

Melalui program ini, pemerintah ingin memastikan seluruh rakyat Indonesia terlindungi oleh jaminan kesehatan yang komprehensif, adil, dan merata.sehingga warga masyarakat pun tidak perlu lagi mengeluarkan banyak biaya karena hampir seluruhnya ditanggung oleh BPJS Kesehatan.

“Berbeda halnya dengan kasus pungutan liar (pungli) yang diduga dilakukan Puskesmas Tolo Kecamatan Kelara Kabupaten Jeneponto Sulawesi Selatan, terhadap beberapa warga pasien yang akan berobat Pasalnya, puskesmas tersebut telah memintai sejumlah uang terhadap warga/pasien pemegang Kartu (BPJS) tanpa menyertakan kwitansi pembayaran, kata warga dihadapan rekan wartawan dan LSM.

Kasus ini mendapat sorotan beragam elemen masyarakat, salah satunya Adalah Ketua aktivis Lembaga Pemberantas Korupsi (LPK) Provinsi Sulawesi Selatan Hasan Anwar dan rekan media kepada Halilintarnews.id Senin, (11/10/21) sangat menyayangkan adanya dugaan “Pungli” yang dilakukan oleh oknum dokter dan perawat di Puskesmas Tolo, yang seharusnya itu tidak terjadi apalagi seorang pasien BPJS tidak dipungut Biaya dalam bentuk apapun juga.” Tegasnya.

Hal tersebut berdasarkan dengan pengakuan beberapa sumber dari warga pasien/keluarganya yang dipungut biaya untuk obat sebesar Rp.150.000 dan menyertakan kwitansi pembayaran sehingga tidak jelas jenis obat yang digunakan dalam penanganan pasien yang sakit.

Baca Juga :  Ketua Pembina Majelis Taklim Bunda Paud Bersama Ketua Hipaudi Jeneponto Gelar Pelantikan dan Pengukuhan Pokja Bunda Paud Majelis Taklim Kec. Bangkala

Sementara Kepala Puskesmas Tolo Ibu Yuliati yang dikonfirmasi diruang kerjanya menjelaskan bahwa dirinya sama sekali tidak mengetahui adanya pungutan liar yang dilakukan oleh anak buahnya selama ini karena dirinya baru berdinas kurang lebih 4 bulan menggantikan kepala Puskesmas sebelumnya.” Terangnya.

Ditempat yang sama dokter Erwin yang diduga melakukan pungutan liar tersebut mengakui bahwa itu atas inisiatif dirinya karena semua pelayanan di Puskesmas yang masuk kedalam tanggungan biaya Pengobatan BPJS itu hanya 120 ribu rupiah saja sehingga biaya pengobatan yang dimintai ke warga/keluarga Pasien sebesar 150 ribu rupiah itu adalah untuk perawat maupun dokter yang menanganinya sebagai jasa dan masalah administrasi, kami memiliki buku catatan tersendiri bagi pasien yang membayar maupun yang tidak membayar. Ungkapnya.

Dokter Erwin juga kembali menambahkan bahwa terkait masalah pungutan liar tersebut itu memang sudah berlangsung selama bertahun tahun bahkan selama dua tahun terakhir pihaknya sudah pernah mendapatkan teguran dari Dinas Kesehatan Kabupaten Jeneponto. Namun saat ini kami baru melakukannya kembali dan itu atas dasar inisiatif saya sendiri karena mengingat jasa bagi perawat maupun dokter yang bertugas menangani pasien pada saat itu.” Akunya. Tim

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here