Beranda Daerah

Kecemasan Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi Covid-19, Dosen ini Beri Saran Agar Tak Perlu Khawatir

172
0


Affiliate Banner Unlimited Hosting Indonesia

HALILINTARNEWS.id, KENDARI — Sejauh ini masih banyak masyarakat yang masih cemas akan pemberian vaksin Covid-19. Menurut dosen kesehatan di Universitas Mandala Waluya Kendari, Islaeli, hal itu terjadi lantaran vaksin covid-19 ini termasuk vaksin baru. Masyarakat juga belum mengetahui pasti dampak vaksin ini.

Namun, satu hal yang sudah membuktikan bahwa vaksin ini aman, halal dan patut dipercaya yakni dengan diawalinya pemberian vaksin ke Presiden Joko Widodo dan tokoh-tokoh masyarakat lainnya.

“Suatu hal wajar menjadi respon kecemasan masyarakat ketika mendengar seluruh masyarakat akan diberikan vaksin dikarenakan vaksin yang digunakan dalam program vaksinasi covid-19 ini terbilang baru,” kata Magister Kesehatan ini.

Ia juga menjelaskan mengenai Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi atau KIPI. Istilah ini, kata dia, berlaku untuk semua jenis vaksinasi.

Mengenai efek yang ditimbulkan, Islaeli mengajak masyarakat untuk tak perlu khawatir dan cemas berlebihan. Sebab, kondisi itu dapat memperburuk reaksi usai vaksinasi.

Leli, sapaan karibnya, menyebut bahwa ada beberapa reaksi yang mungkin terjadi setelah vaksinasi covid-19. Reaksi itupun sama dengan vaksin lainnya.

“Satgas Imunisasi Dewasa PB PAPDI, Sukamto Koesnoe pernah menyebutkan beberapa reaksi yang mungkin terjadi di antaranya reaksi local yakni nyeri, kemerahan, bengkak pada area suntikan dan reaksi local lain yang berat misalnya selulitis, lalu eaksi sistemik dengan efek demam, nyeri otot seluruh tubuh (myalgia), nyeri sendi (artharalgia), badan lemas dan sakit kepala, serta reaksi lain seperti alergi misalnya urtikaria, reaksi anafilaksis dan bahkab syncope (pingsan),” jelasnya.

Kondisi itu terjadi lantaran vaksinasi memicu kekebalan tubuh penerima bereaksi dengan antigen yang terkandung dalam vaksin. Reaksi local dan sistemik yang terjadi merupakan bentuk respons imun.

“Namun jangan terlalu cemas dengan reaksi yang muncul karena akan hilang dengan sendirinya tanpa perlu pengobatan dalam waktu beberapa hari,” ujarnya.

“Jadi menurut saya sebagai warga negara yang baik, tentu kita harus menaati imbauan pemerintah untuk menerima vaksin, toh juga ada pemeriksaan terlebih dahulu, apakah kita bisa menerima atau tidak vaksin tersebut,” sambungnya.

Kecemasan, kata dia, memang hal yang biasa dihafapi semua orang. Namun jangan sampai justru kecemasan berlebihan yang memicu adanya efek dari dari vaksin.

“Untuk mengurangi rasa cemas ataupun kekhawatiran kita terhadap vaksin dan efek pemberian vaksin, maka dengarkan informasi dari berita-berita yang sumbernya jelas dan terpercaya. Saya sudah divaksin dan Alhamdulillah tidak berefek berat, pada pemberian pertama efek samping yang saya rasakan mengantuk dan nyeri ringan pada lokasi suntikan dan keesokan harinya tidak ada efek yang berat yang saya rasakan, tuturnya.

Selain itu, ia juga memberi sedikit tips agar nyeri pada lengan tempat diberikan suntikan cepat reda, yakni dengan banyak menggerakkan sehingga sirkulasi tetap lancar.

“Rasa nyeri yang saya rasa pada observasi mandiri delapan jam setelah vaksin akhirnya tidak terasa lagi,” sebutnya.

Kendati usai divaksin dapat menambah kekebalan atau imun tubuh, namun ia mengajak masyarakat untuk tetap menjalankan protokol Kesehatan dan selalu berdoa atas perlindungan sang khaliq.

Penulis : Red
Editor    : Supriadi Awing
halilintarnews.id. 2021

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here