Beranda BANTAENG

Pria Asal Bantaeng Diduga Setubuhi Anak di Bawah Umur, Terancam Pidana 15 Tahun

633
0


HALILINTARNEWS.id, BANTAENG — Seorang pria di Kabupaten Bantaeng Sulawesi Selatan diduga melakukan tindak pidana pelecehan seksual alias setubuhi anak di bawah umur, sehingga menjadi buah perbincangan di kalangan masyarakat melalui facebook dan Wattswap.

Dalam rilis Paur Humas Polres Bantaen, Aiptu Sandri menjelaskan, bahaw telah terjadi tindak pidana menyetubuhi anak dibawah umur/pelecehan seksual, yang bermula saat itu korban perempuan NR selalu menginap di rumah kakaknya per. HP yang beralamat di Jalan Mongisidi Kelurahan Bonto Rita Kecamatan Bissappu Kabupaten Bantaeng.

Peristiwa pelecehan seksual terjadi pada 24/12/2020.

Tempat kejadian tersebut di Jalan Mongisidi Kelurahan Bonto Rita Kecamatan Bissappu Kabupaten Bantaeng pada rabu 23/12/2020, pukul 15.30 wita.

“Peristiwa tersebut diketahui pada saat korban NR mengatakan pada kakaknya bahwa dirinya telah mengalami kekerasan seksual yang dilakukan oleh pelaku SS.

Selanjutnya kakak korban membawa korban NR ke Rumah sakit dan sempat dilakukan perawatan medis.

Berdasar laporan, LP-B / 320 / XII / 2020 / RES. BANTAENG. Pada kamis 24/12/2020, pukul 19.30 wita.

Nama pelapor HP (20) adalah kakak korban HP (20) warga Jalan Mongisidi Kelurahan Bonto Atu Kecamatan Bissappu Kabupaten Bantaeng.

Korban pelecehan seksual NR (7) pelajar.

Pelaku bernama SS (27) pekerjaan Satpol PP, warga Kelurahan Bonto Rita Kecamatan Bissappu Kabupaten Bantaeng

Unit Resmob Polres Bantaeng telah melakukan pengungkapan dan penangkapan terhadap pelaku tindak pidana menyetubuhi anak dibawah umur, pada jum’at tanggal 24/12/ 2020 pukul 00.30 WITA.

Pada hari jumat tanggal 25 Desember 2020 Pukul 01.30 WITA unit resmob melaksanakan penyelidikan dan pulbaket dan mendapatkan informasi jika pelaku sementara berada di rumahnya yang beralamat di Kampung Jagung Kelurahan Malilingi Kecamatan Bantaeng Kabupaten Bantaeng, Unit Resmob pun langsung menuju tempat yang telah di tunjukkan oleh informasi dan benar pelaku semantara berada di rumah tersebut.

Selanjutnya pelaku diamankan di Polres Bantaeng dan pada saat di lakukan introgasi dan pemeriksaan pelaku mengakui semua perbuatannya.

Pada pelaku diamankan / ditangkap dibadannya di temukan sebilah sajam jenis TAJI .

Pasal 81 ayat 1 jo pasal 76d uu ri no 17 th 2016 tentang penetapan peraturan pemerintah pengganti uu ri no 1 thn 2016 ttg perubahan kedua atas uu ri no 23 th 2002 ttg perlindungan anak.

Setiap orang yang melanggar ketentuan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 76D dipidana dengan pidana penjara paling singkat 5 (lima) tahun dan paling lama 15 (lima belas) tahun dan denda paling banyak Rp5.000.000.000,00 (lima miliar rupiah).

Penulis : Supriadi Awing
halilintarnews.id. 2020

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here