Kakan Kemenag Bantaeng: Empati Siswa Jadi Ukuran Keberhasilan Kurikulum Berbasis Cinta



HALILINTARNEWS.id, BANTAENG – Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Bantaeng, H. Misbah, menegaskan bahwa tumbuhnya empati dan sikap saling menyayangi pada peserta didik menjadi salah satu indikator utama keberhasilan guru dalam menerapkan Kurikulum Berbasis Cinta (KBC).

Hal itu disampaikan saat membuka Workshop KBC dan Pembelajaran Mendalam (PM) yang diikuti 24 guru MTs dan MA Pondok Pesantren Nurul As’adiyah Parang, di Gedung BLK Nurul As’adiyah Parang, Rabu (10/6/2026).

Menurut H. Misbah, perbedaan karakter peserta didik menuntut guru untuk memiliki pendekatan pembelajaran yang tepat dan adaptif. Ia menilai KBC hadir sebagai upaya memperkuat pembentukan karakter, dengan menekankan nilai kasih sayang, sopan santun, serta budaya saling menghargai di lingkungan pendidikan.

Ia juga menyoroti masih adanya persoalan perundungan, tawuran, dan perilaku tidak terpuji di sejumlah satuan pendidikan yang dinilai berakar pada kurangnya internalisasi nilai kasih sayang dalam proses pembelajaran.

β€œKeberhasilan guru terlihat ketika peserta didik yang sebelumnya kurang memiliki empati dan simpati, kemudian berubah menjadi pribadi yang peduli, penyayang, dan menghargai sesama,” ujarnya.

Selain H. Misbah, kegiatan ini juga menghadirkan Pengawas Bina Madrasah Saharuddin, S.Pd.I., M.Pd., serta Hajrah, S.Ag., S.Pd., M.Pd., sebagai narasumber untuk memperkuat pemahaman guru terkait implementasi KBC dan Pembelajaran Mendalam di madrasah.

PT. Halilintar News Group

Bacaan Lainnya

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *