Bangun Paradigma Transformasi Digitalisasi di Tiga Pulau Terluar



HALILINTARNEWS.id,TERNATE-Tantangan Sumber Daya Manusia (SDM) Era Digital di Daerah Kepulauan menjadi take line seminar pascasarjana Universitas Muhammadiyah Maluku Utara (UMMU) di Kota Ternate, kelurahan Sasa, kecamatan Ternate Selatan.

Karena itu ruang kritis, DR. Nurlaela Syarif, Anggota DPRD Kota Ternate bilang, ingin membangun sebuah paradig ma bahwa, transformasi digitalisasi khususnya di tiga pulau terluar (Moti, Hiri dan Batang Dua- BAIM) atau di wilayah mana pun terutama di wilayah IBT harus diiringi dengan penyiapan kultur atau budaya.

“Saya ingin bangun digitalisasi ini karena ada dampak-dampak yang saat ini sudah dirasakan kaitan dengan penyiapan sumber daya manusia, mulai dari usia golden age hingga pengaruh digitalisasi dari sisi negatif menjadi tantangan besar kita semua,” katanya, menjawab HALILINTARNEWS.id, Minggu (18/6/2023).

Politisi yang berlatar belakang akademisi ini mengatakan, hal ter- penting, bicara sumber daya manu sia itu kepemimpinan karena ini interkolerasi semua, sangat berkait an. “Komitmen kepemimpinan baik itu eksekutif, legislatif dan yudikatif terhadap menjaga kualitas sumber daya manusia kita,” ucapnya.

Nurlaela yang biasa disapa Nella memberi contoh, political will, bagaimana kebijakan-kebijakan terhadap SDM tiga pulau terluar,
yaitu Pulau Moti, Hiri dan Batang Dua (BAIM). Aksebilitas, yang terpenting juga bagaimana kondisi disana ini masyarakat mempunyai keunggulan keunggulan apa yang bisa dimanfaatkan.

“Jadi tidak diperdebatkan dari sisi infrastruktur saja, memang infrastruktur itu penting. Tetapi kalau kita bisa melihat kualitas SDM lebih maksimal dalam delivery kebijakan dan program, saya pikir arah kebijakan penyiapan SDM ke lebih efektif,” terangnya.

Disinggung kebijakanpembangunan tepat sasaran di tiga pulau terluar itu belum terlihat saat ini,dari aspek perencanaan anggaran. Pemerintah hanya bikin perencanaan pemba- ngunan, Nella bilang keadaan ini akan disampaikan ke pak Wali Kota khusus untuk tiga pulau terluar ini dibentuk tim percepatan tiga pulau terluar, harus ada tim khusus.

Bukan hanya menjadi kewenangan Bappelitbangda karena dokumen RPJMD sudah ada, tetapi pemerintah kota harus membuka ruang harus ada tim percepat an tiga pulau terluar dengan pemba hasan khusus.

Bacaan Lainnya

“Tim ini jangan lagi hanya melibatkan orang dari internal, tetapi harus melibatkan orang dari eksternal baik itu akademisi mau pun pemerhati, supaya mau diba- wah kemana tiga pulau terluar ini,” sambungnya menjelaskan.

Jadi bicara tiga pulau terluar ini bukan hanya bikin jalan saja, apa daya tarik dan aps instrumen penting dari tiga pulau terluar ini.
Contoh misalnya, Batang Dua ini dia punya potensi komoditi ikan. Ikan ini cenderung lebih banyak diambil di Bitung dan Manado.

Sebenarnya apakah di Batang Dua ini kita tidak bisa menyiapkan SDM, orang yang benar-benar dari dan tahu periknan atau orang yang tahu perikanan supaya berpikir disitu ada pabriknya, disitu ada pengelolaannya, supaya ada industri yang terbangun disitu.

Kalau industri sudah terbangun baru bicara akses dengan sendirinya akan berjalan. Tapi kalau tambah akses juga di Batang Dua ini tidak ada sesuatu hal paling tidak bisa ditawarkan dalam jangka panjang. Susah juga. Ini yang harus pemerintah pikirkan bukan hanya jangka pendek.

Moti itu misalnya, bisa dijadikan lumbung pertanian Kota Ternate, kenapa tidak bekerja sama dengan Universitas datang ahli dari luar mengkaji lahan di Moti supaya Moti ketika orang bicara tomat, rica dan bawang (barito) komoditi-komoditi pertanian itu ada di Moti sehingga
Industri itu muncul di Moti.

Bicara Hiri, menurut Nella, bicara dermaga bakalai (berkelahi) tak abis-abis (tidak habis-habis). Kena pa Hiri itu tidak dijadikan sebagai kawasan destinasi wisata. Bila perlu dermaga itu tidak perlu pemerintah kasih keluar doi (uang) pakai APBD, tapi investor yang bangun dermaga.

Berpikir tiga pulau terluar hanya berpikir parsial begitu lho, tetapi tidak berpikir terkait dengan keberlangsungan dan harus ada keterkaitan satu sama lain. Dengan pertanian hidup di Moti dengan sendirinya pasar akan terbuka.

Orang ambil tomat, rica dan ambil bawang. Disitu pemerintah melaku kan intervensi disitu. “Industri di siapkan dan pasar disiapkan, saya pikir tiga pulau terluar ini tempat yang strategis yang harus diberdayakan pemerintah kota Ternate,” tandasnya.

Reporter : Darwis
EditorΒ Β Β Β Β  : Supriadi Sanusi
halilintarnews.id. 2023

PT. Halilintar News Group

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *