HALILINTARNEWS.id, BANTAENG — Gara gara YL diduga naik pitam mencurigai suaminya selingkuh, sehingga terjadi tindak pidana penganiayaan terhadap sosok Bidan Puskesmas di Kabupaten Bantaeng.
Sebut saja, bahwa sosok gadis cantik bernama, IR yang bekerja sebagai Bidan di Puskesmas Kota Kabupaten Bantaeng SulSel, mengaku dianiaya dikeroyok di rumah YL hanya karena diduga selingkuh dengan suami YL.
Karena konon pada saat terjadinya pengeroyokan itu, juga sosok oknum anggota polri yang juga diduga terlibat, maka korban melaporkan di SPK dan Propam Polres Bantaeng dengan nomor LP-B/263/VII/2022/Sulsel/Res Bantaeng, lalu melakukan jumpa pers.
Dalam gelar konferensi Pers, korban IR yang didampingi oleh ibunya, SI disaksikan sejumlah keluarga dan rekan kerjanya di kediamannya, pada hari minggu (24/7/2022) pukul 11.00 wita, menjelaskan kronologisnya, bahwa tidak lama kemudian setelah habis menerima telepon, tiba-tiba ada yang datang jemputnya di rumah inisial IR sekitar jam 11 malam dan dibawanya kerumah YL dengan alasan ada hal yang ingin di klarifikasi.
“Sebenarnya sebelumnya saya sudah sempat dengar tudingan ada hubungan asmara dengan suami YL, namun tudingan itu semuanya tidak benar,” Kata IR
Menurutnya, Sebelumnya dia mendapat telpon dari perempuan YL dan meminta agar datang ke rumahnya guna untuk mengklarifikasi dugaan hubungan asmara dengan W suami YL, namun menolaknya karena sudah waktu larut malam, namun tak lama kemudian usai bicara di telepon, tiba-tiba ada datang suruhannya mengendarai motor dan mendesak untuk datang di rumah YL guna mengklarifikasi dugaan hubungan asmara dengan suami YL.
“Saat itu saya mengikut dengan mengendarai motor sendiri datang di rumah YL mengklarifikasi tudingan tersebut, namun sesampai di rumah YL bukannya mengklarifikasi tudingan itu, begitu saya masuk di pintu rumahnya, HN langsung menarik tanganku duduk di meja makan menempelen dan memukul kepalaku, dan itu datang YL memukul kepala, leher, belakanku,” keluh IR.
Kejadian itu tepatnya di kediaman YL pada rabu malam (20/7/2022).
“Yang saya lihat di rumah YL ada 3 orang yang diduga melakukan pengeroyokan terhadap diriku, termasuk salah seorang oknum polisi,” papar IR saat konferensi Pers.
Hal senada dengan Ibu korban SI dalam jumpa Persnya menjelaskan, adanya tindak kekerasan sudah kami laporkan di kantor Polres Bantaeng bagian Propan dan SPK.
Ibu korban SI mengaku terduga pelaku penganiyaan tersebut tak lain hubungan keluarganya sendiri, namanya tindak penganiayaan dan pencemaran nama baik, kami meminta kepada pihak kepolisian untuk di proses hukum, tegas Andi Sutra Intang.
Seusai konferensi Pers di kediaman korban, rekan wartawan menyambangi kantor polres Bantaeng, menurut petugas SPK Polres Bantaeng terkait dugaan penganiayaan yang terjadi di jalan Sungai Bialo membenarkan adanya laporan tersebut, kata petugas SPK kepada rekan wartawan.
EditorΒ Β Β : Supriadi Awing
halilintarnews.id. 2022












