Beranda JENEPONTO

Ketua. TP. PKK Jeneponto Membangun Komunikasi Implementasikan Pencegahan Stunting

71
0


HALILINTARNEWS.id, JENEPONTO — Ketua Tim Penggerak PKK, Kabupaten Jenepontio menggelar Rapat Kordinasi di Gedung Kalabiranta, kerja sama dengan Dinas Kesehatan, Kabupaten Jeneponto, Bappaeda Provinsi Sulaweai Selatan, serta INEY, guna melaksanakan Konvergensi lintas sektor dan kintas Program penurunan Stunting pada, Selasa 26/1/2021.

Dalam saambutannya Bupati jeneponto, H. Iksan Iskandar. M. Si, menyampaikan di hadapan peserta rapat bahwa, mari kita bersama – sama, secara serius untuk melakukan pencegahan terhadap bahaya stunting, di  Kabupaten Jeneponto.

Menurut Bupati Jeneponto, H. Iksan Iskandar M.Si, menjelaskan bahwa, penyakit Stanting merupakan kondisi gagal tumbuh pada Balita, akibat kekurangan Gizi kronis terutama pada 1.000 hari pertama.

Penyakit stanting,dapat mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan Otak Anak. Dan memiliki resiko tinggi, dan bisa berakibat, menderita penyakit kronis pada saat memasuki masa usia Dewasa. urainya.

Sementara itu Dr. Andy selaku Kabid pembangunan dan sumber daya manusia Bappeda Provinsi Sulawesi Selatan menyampaikan bahwa stunting yang terjadi di kota dengan yang terjadi di desa itu berbeda

Biasanya kasus stunting yang terjadi dikota diakibatkan oleh kebiasaan pola asuh orang tua yang diserahkan kepada pengasuh anak yang kemudian berdampak pada tidak terpenuhinya kebutuhan gizi anak, kalau didesa beda lagi, penyebab stunting didesa biasanya lebih konpleks ada banyak faktor penyebab diantaranya kebutuhan gizi yang tidak terpenuhi, kebersihan lingkungan, pendidikan dan keberadaan sanitasi yang kurang baik”, jelasnya .

Di tempat yang sama Lukman Nurhakim perwakilan INEY untuk percepatan penurunan stunting wilayah 5 bina bangda kemendagri dalam materinya refleksi pelaksanaan aksi konvergensi percepatan pencegahan stunting tahun 2020, pelaksanaan aksi 8 dan penyiapan aksi menuju pelaksanaan aksi konvergesi yang berkualitas menyampaikan bahwa perlu adanya pendataan, perencanaan yang terukur serta komunikasi yang baik antara OPD terkait dengan stakeholder yang ada dalam upaya pencegahan stunting di Kabupaten Jeneponto.

Lukman Nurhakim, juga mengatakan pentingnya
pemberdayaan KPM (kader pembangunan manusia) yang ada di desa sebagai ujung tombak pencegahan stunting di desa-desa.
Perwakilqn INEY, juga mengajak kader pemberdayaan manusia ini, untuk melakukan pendataan terkait adanya Stanting di masyarakat.

Kedepan disetiap kelurahan ada anggaran khusus pencegahan stunting kalau perlu secepatnya di buatkan SK KPM disetiap kelurahan, harapnya
Menurut Ketua Tim penggerak PKK Kabupaten Jeneponto Hj. Hamsiah Iksan mengajak kepada seluruh peserta agar materi yang disampaikan oleh kedua narasumber mampu di Inplemenyasikan dalam bentuk aksi pencegahan di masyarakat .

Masih kata H. Hamsiah, berharap kegiatan ini tidak hanya sebatas seremonial saja, begitu keluar pintu gedung semuanya hilang, tapi gegiatan ini terkhusus materi yang disampaikan kedua narasumber Stunting bisa di Inplementasikan Pertemuan di suatu tempat ( Convergence ), pada masyarakat”.tutupnya.

Penulis : Red
Editor    : Supriadi Awing
halilintarnews.id. 2021

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here