HALILINTARNEWS.id, JENEPONTO – Kabupaten Jeneponto mencatat prestasi membanggakan dalam upaya percepatan pengentasan kemiskinan ekstrem. Berdasarkan data terbaru Badan Pusat Statistik (BPS), angka kemiskinan ekstrem di Kabupaten Jeneponto berhasil ditekan dari 2,51 persen pada Maret 2024 menjadi 1,08 persen pada Maret 2025. Penurunan sebesar 1,43 poin persentase tersebut menjadi salah satu yang terbaik di Sulawesi Selatan dan mengantarkan Jeneponto menempati peringkat keempat daerah dengan tingkat kemiskinan ekstrem terendah di provinsi tersebut.
Capaian ini menjadi tonggak penting dalam perjalanan pembangunan daerah berjuluk Butta Turatea. Hanya dalam waktu satu tahun, Jeneponto berhasil melompat dari peringkat ke-18 ke posisi keempat, sebuah peningkatan yang mencerminkan efektivitas kebijakan serta keseriusan pemerintah daerah dalam menangani persoalan kemiskinan ekstrem.
Keberhasilan tersebut tidak terlepas dari berbagai program strategis yang dijalankan Pemerintah Kabupaten Jeneponto secara terpadu. Mulai dari penguatan perlindungan sosial, pemberdayaan ekonomi masyarakat, peningkatan kualitas layanan pendidikan dan kesehatan, hingga pembangunan infrastruktur dasar serta kolaborasi lintas sektor, seluruhnya diarahkan untuk mempercepat peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Bupati Jeneponto, H. Paris Yasir, menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam mewujudkan capaian tersebut. Menurutnya, keberhasilan ini merupakan hasil kerja kolektif antara pemerintah, dunia usaha, pemangku kepentingan, dan masyarakat.
“Alhamdulillah, capaian ini patut kita syukuri sebagai hasil kerja bersama. Namun, ini bukan akhir dari perjuangan. Pemerintah Kabupaten Jeneponto akan terus memperkuat berbagai program pemberdayaan masyarakat agar warga yang telah keluar dari kategori miskin ekstrem dapat meningkatkan taraf hidupnya secara berkelanjutan,” ujar Paris Yasir.
Ia menegaskan, Pemerintah Kabupaten Jeneponto berkomitmen menjaga tren positif tersebut melalui kebijakan yang berorientasi pada pengurangan kemiskinan secara berkelanjutan.
Validasi data penerima manfaat akan terus diperkuat agar setiap program bantuan dan pemberdayaan benar-benar tepat sasaran, sekaligus memastikan masyarakat yang telah keluar dari kemiskinan ekstrem tidak kembali masuk ke kelompok rentan.
Meski capaian ini patut diapresiasi, Pemerintah Kabupaten Jeneponto menegaskan tidak akan berpuas diri. Berbagai tantangan pembangunan masih harus dihadapi, sehingga diperlukan konsistensi program, penguatan sinergi antarperangkat daerah, dukungan pemerintah pusat dan provinsi, serta partisipasi aktif masyarakat dalam menjaga keberlanjutan hasil yang telah dicapai.
Penurunan signifikan angka kemiskinan ekstrem tersebut menjadi sinyal kuat bahwa arah pembangunan di Jeneponto berada pada jalur yang tepat. Dari daerah yang selama ini kerap dikaitkan dengan tingginya angka kemiskinan, Butta Turatea kini mulai menunjukkan transformasi sebagai kabupaten yang semakin maju, sejahtera, dan memiliki daya saing yang terus meningkat di Sulawesi Selatan. (Sapri)












