Beranda Ternate

Ribuan Mahasiswa dan Buruh di Malut Melakukan Unjuk Rasa

68
0


HALILINTARNEWS.id, MALUT — Secara serentak dibawah satu komando Ribuan Mahasiswa dan buruh pekerja sepakat turun ke jalan melakukan demontrasi menolak undang undang cipta kerja yang sedang disyahkan oleh DPR   RI pada tanggal 5 oktober 2020 dinihari.

Menurutnya pihak DPR   RI nampaknya mengenyampingkan aspirasi Rakyat dengan memaksakan mengesyahkan Rencana undang undang cipta kerja. Seandainya pihak pemetintah dengan DPR  RI tidak tergesah gesah dan menolak pengesahan RUU cipta kerja, maka tidak akan terjadi  aksi, ujar para pendemo  8 oktober 2020.

Saat di mintai keterangan di sela sela aksi depan Balai kota Ternate,  Demontrasi ini sudah tiga hari berturut turut, sebelum di undangkan dan sesudah di undangkan.

Untuk demo hari ini kamis 8 oktober intinya adalah menyerukan pihak pemerintah dan DPR RI untuk segera mencabut kembali UU Cipta karja yang penuh kontroversial.

Kami sangat sesalkan pihak pemerintah di mana RUU cipta kerja telah di setujui pada sidang paripurna tanggal 5 oktober 2020.

Imbas dari pengesahan Undang Undang tersebut sehingga satu komando Mahasiswa dari seluruh perguruan tinggi turun ke jalan walaupun di masing masing daerah, demikian juga para buruh pekerja PT. IWIP yang bergerak di bidang pertambangan turut mengambil barisan melakukan aksi solidaritas.

Demikian pula Mahasiswa dan buruh yang ada di Halmahera Utara turun melakukan aksi damai.

Yang paling getol menyuarakan yel yel minta agar cabut kembali undang undang Cipta kerja, menurutnya lagi bahwa undang undang OMNIBUS LAW meresahkan dan akan menyengsarakan Rakyat, utamanya kaum buruh dan Tani.

Mahasiswa dari Universitas khairum Ternate dan Universitas Muhammadiyah nekat berjemur duduk di jalan aspal panas depan Balaikota Ternate tidak henti hentinya berteriak yel yel berjuang untuk Rakyat.

Mahasiswa yang tergabung dalam liga mahasiswa Nasional Demokrasi kota Ternate menilai bahwa undang undang tersebut hanya menguntungkan para investor dan merugikan pekerja kaum buruh. Para demonstran yang di guyur hujan kemarin  namun  tetap di tempat, karena pihak keamanan tidak mengizinkan bertedu di dalam Gedung DPRD Kota Ternate, semangat para pendemo tetap berapi api demi keselamatan rakyat Indonesia.

Koordinator aksi tanggal 7 oktobet 2020 yang di lanjutkan hari ini kamis 8/10 Oleh Mustahdin menyampaikan penolakan UU cipta karja karena di nilai ada keberpihakan pemerintah dan DPR terhadap kepentingan modal asing investasi untuk mengeruk kekayaan yang ada di perut bumi pertiwi.

Selanjutnya kordinator aksi juga menuding pemerintah berjuang untuk kepentingan pribadi atau kelompok oligarki.

Selain itu koordinator aksi Mustahdin mengatakan bahwa pemerintah dan DPR telah menggadaikan kekayaan alam yang ada di indonesia kepada pemodal asing serta tidak peduli masa depan Rakyatnya kata  Musrahdin, oleh sebab itu lanjut Mustahdin kiranya Undang Undang Omnibus Law di cabut batalkan karena mengandung  muatan dan isian yang bertentangan dengan panca sila dan Undang Undabg Dasar 1945 sambil  Mustahdin memaparkan poin perpoin sebanyak 8 poin muatan yang di nilai bermasalah.

Usai menyampaikan orasi, para Mahasiswa dan buruh pekerja meninggalkan tempat secara aman, teratur dan tertib.

Penulis : Absir
Editor    : Akhmad Basir Noer
halilintarnews.id. 2020

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here