Beranda Ternate

“Marak Pungli, Akademisi Desak Pemda Halut Cepat Ambil Langkah

45
0


HALILINTARNEWS.id, HALUT –Mendengar keresahan masyarakat dengan naiknya tarif angkutan umum Tobelo-Sofifi yang belum ditindaklanjuti oleh pemerintah Daerah Kabupaten Halmahera Utara (Halut) akhirnya mendapat kritisi dari Akademisi Universitas Hein Namotemo (Unhena).

Pasalnya, harga standar penumpang Rp.120 ribu kini melonjak sampai dengan harga Rp.150 Ribu per orang.

Akademisi Universitas Hein Namotemo, Gunawan H. Abbas,SH. kepada rekan wartawan mengatakan ,dengan kondisi Daerah saat ini yang masih dilanda dengan corona virus dieses Covid-19, tentunya Pemda sudah seharusnya melihat kondisi ril dilapangan , hal ini tentu pendapatan ekononi masyarakat di Halmahera Utara sangat lemah, bahkan bukan hanya di Halut saja namun, sama halnya dengan seluruh negara lainnya.

“Akademisi mendesak ke Dinas Perhubungan tidak main – main untuk serius terkait maraknya pungutan liar oleh sopir lintas Tobelo ke Ibu Kota Provinsi  sofifi yang saat ini tarifnya hingga Rp.150 per orang itu,”kata Gun sapaan akrab Gunawan H. Abbas, pada Selasa (15/9/2020).

Lanjut dia,kenaikan tarif ini jika pemda Halut dalam hal ini Dinas Perhubungan tidak mengambil tindakan , dan membiarkan berlarut larut maka tentu hal ini akan menjadi budaya.

Ia juga mengatakan para supir angkutan dinilai mengabaikan Surat Keputusan Gubernur Maluku Utara, oleh sebab itu, kata Gunawan, persoalan ini secepatnya diambil langkah dan menyelesaikannya agar tidak terjadi komplik.

“Pemda juga harus melihat kondisi di dilapangan,secepatnya mengambil tindakan , agar jangan menjadi budaya jangan terlalu sibuk dengan politik tetapi juga melihat kondisi masyrakat saat ini.”ujarnya

Tak hanya itu dirinya juga menambahkan, Dinas Perhubungan Halmahera Utara harus lebih intens dengan Dinas Provinsi agar hal ini secepatnya ditindaklanjuti, sebab disebutkan Akademisi ini bahwa, belakangan ini  masyarakat selalu keluhkan tentang biaya transportasi naik yang tidak disahkan melalui surat keputusan Gubernur Maluku Utara.

Hal ini dianggap para supir angkutan melakukan pungutan liar (Pungli) yang awalnya tarif angkutan umum Rp.120 ribu saat ini sudah sampai Rp.150 per orang.

“Ini juga berdampak mulai dari level bawah sampai level atas, sebab hal ini bagi kami sangatlah tidak logis.”tegasnya.

Sampai dengan ditayangkannya berita ini Kepala Dinas Perhubungan Halut, Ikram Baba saat di konfirmasi Via telepon nomor dinonaktifkan, sementara Ketua Organda Halut juga dikonfirmasi nomor telepon aktif namun tidak di jawab, kesalnya. (Tam)

Penulis : Tam
Editor    : Akhmad Basir Noer
halilintarnews.id. 2020

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here