Beranda Berita Utama

AMARAH  Lakukan Aksi Demo Minta Kapolres Bantaeng dan Kasat Reskrim di Copot

101
0


Affiliate Banner Unlimited Hosting Indonesia

HALILINTARNEWS.id, BANTAENG — Puluhan Aliansi Masyarakat Tanahloe (AMARAH) kembali melakukan aksi unjuk rasa di kantor Polres Bantaeng, Kelurahan Lembang Kecamatan Bantaeng Kabupaten Bantaeng Sulawesi Selatan, pada jumat 11/9/2020, pukul 14.30 wita.

Para aksi unjuk rasa membentangkan sepanduk sambil berteriak menggunakan Microphon diatas armadanya,  Polres Bantaeng dinilai mandul menangani kasus pengrusakan Kantor Lurah Tanahloe, Tegakkan supermasi Hukum di Bumi Butta Toa,  copot Kasat Reskrim dan Kapolres Bantaeng.

Lagi – lagi Amarah, mendesak Kapolres  Bantaeng, untuk mengusut tuntas dan mengadili pelaku pengrusakan fasilitas Kantor Kelurahan Tanah Loe, Kecamatan Gantrangkeke Kabupaten Bantaeng, sesuai hukum dan perundang – undangan yang berlaku.

Sejak Tanggal 20 Mei 2020, Laporan Masyarakat diduga tidak  digubris dan dinilai tidak ada upaya dari pihak Kepolisian untuk mengusut tuntas kasus ini, terkesan tidak di tangani dengan serius, ungkap Jenderal Lapangan Jimung

Kejadian ini  sudah yang kedua kalinya, ada dugaan pelaku ingin menghilangkan semua Data yang ada dalam Komputer, sebab mereka sengaja melakukan pengrusakan pada Jendela kantor, dan memasukkan kotoran ternak sapi hingga semua pasilitas yang ada di ruangan Seklur, Kepala Seksi dan Ruangan Pak Lurah penuh dengan kotoran Sapi, sesuai dengan fakta yang di laporkan.

Namun sangat disayangkan Polres Bantaeng kasus yang sekecil ini sudah lama bergulir tak kunjung di dapat pelaku pengrusakan tersebut.

Mereka juga akan melaporkan ke Polda Sulawesi Selatan, katanya.

Para pendemo berorasi didepan kantor Polres Bantaeng berkisar kurang lebih 2 jam, akhirnya dipersilahkan masuk keruang tunggu Palres Bantaeng.

Kapolres Bantaeng AKBP Wawan Sumantri menyambut baik para pendemo dan dipersilahkan semua duduk untuk membicarakan aspirasi pendemo.

Menurut AKBP wawan Sumantri, menyimak aspirasi AMARAH bahwa insiden yang terjadi di kantor Kelurahan Tanahloe pihaknya tetap menindaklanjuti, saksi-saksi sudah kita panggil sebanyak 5 orang termasuk staf Kelurahan Tanahloe, namun keterangan saksi tersebut tidak membuahkan hasil, dikarenakan ke 5 saksi memberikan keterangan yang tidak bisa dipertanggung jawabkan oleh pihak penyidik Polres Bantaeng.

Senada dengan Kasat Reskrim Polres Bantaeng AKP Abd Haris menjelaskan, membenarkan adanya laporan tindak pengrusakan pasilitas Negara pada 25/5/2020 lalu  yakni Kantor Kelurahan Tanahloe Kecamatan Gantarangkeke, pelaporan itu tetap diproses, penyidik sudah mengambil langkah melakukan pertemuan di tempat kejadian.

“Menjadi kendala atau kesulitan penyidik untuk membuktikan karena para saksi tak satupun yang mengaku melihat pakta kejadian dilapangan, coba jika ada saksi mata yang melihat hari ini juga kami lakukan penangkapan, kata kasat Reskrim.

Kerusakan di kantor Tanahloe, susah untuk dibuktikan lagi pendeteksi sidik jari karena pada saat itu warga sudah keluar masuk di TKP termasuk kotoran tai binatang yang berhamburan dioles sekeliling dinding kantor Lurah Tanahloe, jelasnya.

Kasat Reskrim AKP Abd Haris menambahkan bahwa penyidik bukan Supermen, namun kami bisa menanggapi kenapa bisa ada bahwa Polres Bantaeng Mandul, harus di pecahkan mandulnya seperti apa, tegas Kasat Reskrim.

Demonstrasi yang dilakukan Amarah berjalan tertib dan aman.

Penulis : Supriadi Awing
Editor    : Red
halilintarnews.id. 2020

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here