Di Balik Rimbungnya Pohon Karet Kondisi Infrastruktur Kampung Boddia Memprihatikan


HALILINTARNEWS.id, BULUKKUMBA — Salah satu kampung yang posisinya tertutup Rimbungnya pohon karet PT.London Sumatra (LOMSUM) dimana masyarakatnya masih hidup dibawah ketidak berdayaan dalam hal mendapatkan infrasturktur yang layak.

Hal ini menurut warga, sudah puluhan tahun dirasakan masyarakat Kampung Lembang mena dan kampung Pasar Bila yang masuk wilayah Dusun Bodia, Desa Paccarammengan Kec.Ujung loe Kabupaten Bulukumba, Sul-Sel

Keberadaan Sebuah perusahan Besar tak berdapak siknifikan dalam meningkatkan infranstruktur jalan di Desa Paccarammengan, padahal ini merupakan investasi jangkan panjang terhadap kemajuan PT.LONSUM yang akan berdampak luas dalam meningkatkan Kesejahteraan Ekonomi masyarakat Sekitar.

“Menurut Kepala Dusun Bo’dia Hasim, kondisi ini sudah puluhan tahun dirasakan masyarakatnya hanya saja pemerintah terkesang tutup mata”ungkapnya kepada GNI Kamis,16 April 2020.

Sepanjang 3 kilo meter jalan ini hanya diakses dengan Kuda atau motor yang dimodifikasi (semi cross) sehinga sangat sulit untuk memasarkan hasil kebun mereka.

KORAN EDISI XVII TAHUN 2023 – Flip the Page to Read !!!

Meski kucurang Angarang Dana Desa sudah diberikan pemerintah pusat namun semua itu tak dapat menyelesaikan beberapa persoalan yang begitu kompleks, selain akses jalan saran pendidikan,pun tak ada, sehinga membuat anak usia sekolah terpaksa belajar dikebun dengan bertani dengan berguru kepada alam.

Hal yang sama juga diungkapkan oleh, Haeril Anwar salah satu tokoh di Desa Paccarammengan,ย  Kondisi ini juga membuat penduduk banyak pindah bermukim karna sudah lelah menantikan perhatian pemerintah Daerah, namun kerap kali di PHP apalagi dalam kondisi Politik.

“Adaji sosok Dewa yang datang menawarkan janji politiknya dan itu, (Lagu lama-red) yang selalu menawarkan perubahan, entah kapang baru ada perhatian khusus untuk kampung kami ini”

Bacaan Lainnya

Sedikit yang membuat masyarakat masih bertahan karna tahun ini kami sudah bisa menikmati aliran Listrik PLN yang sudah puluhan tahun di dambakan, itupun melalui perjuangan panjang dan melelahkan.

Dihuni kurang lebih 50 KK kepala
, dengan mayoritas mata pencaharian sebagai penyadat karet, bertani dan bertenak, masyarakat kampung, Lembang Mena, berharap ada perhatian dari pemerintah daerah untuk memberikan akses infrastuktur dan sarana pendidikan.”pungkasnya.

Penulis : Patta Lolo
Editorย  ย  : Supriadi
halilintarnews.id. 2020

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *