Pembangunan Embung Pertanian Jeneponto Nyaris ‘Ambruk’ Pihak Terkait Tutup Mata



HALILINTARNEWS.id, JENEPONTO –– Salah satu proyek pembangunan embung yang berlokasi kampung Lompo Bongga Kelurahan Bulujaya Kecamatan Bangkala Barat Kabupaten Jeneponto Sulawesi Selatan, menuai sorotan lantaran kondisi bangunan Embung hampir semua lantai dan dinding mengalami keretakan.

Hal itu tim wartawan halilintarnews.id mendatangi lokasi pembangunan embun tersebut pada pekan lalu tetlihat nampak dinding dan lantai mengalami keretakan dan nyaris ambruk

Menurut warga setempat yang enggan di sebut edintitasnya di hadapan tim rekan wartawan mengatakan sambil menunjukkan pembangunan yang di khawatirkan ambruk lantaran pembangunan embun yang baru saja selesai sudah mengalami keretakan dinding dan lantainya, ungkap warga setempat.

“Kami juga heran bangunan itu diduga dikerjakan asal asalan belum kita nikmati sudah retak retak,’ kata warga petani kepada rekan media.

Berdasarkan papan proyek pembangunan embung dari Dinas Pertanian, pelaksana Kelompok Tani Lompo Bongga, Nomor Kontrak: 01/BPK/Kontr-DAK/PPK-PSP/V/2021.

Pembangunan Embung bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) Dinas Pertanian Kabupaten Jeneponto, dengan nilai kontrak sebesar Rp.120.000.000,-

Sementara pemilik Dg Serang kepada rekan wartawan menjelaskan, terkait pekerjaan pembangunan embung,” saya selaku pemilik lahan sama sekali tidak pernah ada keterlibatan pembangunan tersebut, jelas pemilik lahan.

Iya membenarkan adanya Dinding dan lantai mengalami keretakan, saya sudah sampaikan bagian konsultan dan pihak pertanian, lebih jelasnya Bapak temui saja selaku Ketua Kelompok Tani Lompo Bongga, katanya.

Bacaan Lainnya

Pada hari yang sama tim rekan wartawan bertandang di kediaman Ketua Kelompok Tani Lompo Bangga, menurutnya dirinya juga kaget jika ada pembangunan embung mengalami keretakan.

Ketua Kelompok Tani Lompo Bangga Kelurahan Bulujaya Kecamatan Bangkala Kabupaten Jeneponto Danial Dg Tinri mengatakan, itu hanya tanahnya goyang sehingga mengalami keretakan, dananya juga hingga saat ini belum cair pada pencairan terakhir 30 persen, katanya.

“Nanti setelah cair 30 persen akan kami perbaiki,” tutup Ketua Kelompok tani Danial Dg Tinri.

Karena pekerjaan itu baru saja selesai dan langsung terlihat ambruk, maka proyek yang diduga dikerjakan oleh Kasubag Keuangan Distan Jeneponto, Hj. Nurmila atau sering juga disapa Hj. Kebo, dinilai dikerjakan asal-asalan dengan mengatasnamakan Kelompok Tani Lompo Bongga yang diketuai oleh Danial Tinri di lingkungan Lompo Bongga Kelurahan Bulujaya.

Hj. Nurmila Kebo yang ditemui oleh media ini di ruang kerjanya pekan lalu, membantah dirinya mengerjakan proyek pembangunan embun tersebut, namun dia mengakui kalau hanya memasukkan materialnya saja.

β€œBukan saya yang mengerjakan proyek pembangunan embun itu. Saya hanya menangani materialnya saja,” ujarnya.

Namun sekalipun Hj. Nurmila Kebo membantah dirinya yang mengerjakan proyek pembangunan embun tersebut, namun Ketua Kelompok Tani Lompobongga, Danial Tinri berkeras menunjuk Hj. Kebo yang mengerjakan dan kelompok taninya yang dipakai.

β€œYang mengerjakan proyek embun itu Hj. Kebo, saya cuma nama saja karena kebutulan kelompok taniku yang dipakai dan pada saat pencarian dana saya sama-sama ke bank dan setelah cair saya cuma dikasih sekedar uang rokok saja,” jelas Danial Tinri.

Sekaitan dengan itu, ketika Ramis dikonfirmasi di ruang kerjanya Selasa (11/1/2022), mengatakan bahwa dia tidak percaya kalau proyek itu dikerjakan oleh Hj. Kebo kecuali hanya kelompok tani yang nengerjakannya.

β€œSaya tidak percaya kalau Kebo yang mengerjakan karena pengerjaan itu dikerjakan oleh Kelompok Tani Lompo Bongga,” ujarnya.

Dan terkait masalah keretakan fisik pekerjaan tersebut, Ramis berjanji akan segera turun ke lokasi melihat langsung. β€œTerkait keretakan fisik bangunan itu nanti saya turun melihat langsung dalam waktu dekat,” janjinya saat itu.

Namun hingga saat ini belum juga dia berkunjung ke lokasi, menurut Hj. Kebo saat ditanya lewat HP, Jumat (21/1/2022).

Pantas saja hasil pekerjaan bangunan embun itu terlihat nampak meretak terancam ambruk seketika, karena dikerjakan oleh ASN pihak Distan sendiri, sehingga pengawasanyapun jadi lumpuh.

Sekalipun Hj. Kebo membantah dirinya mengerjakan proyek pembangunan embun tersebut, namun selain Ketua Kelompok Tani yang menunjuknya, juga sumber di kubunya menyebutkan bahwa Hj. Kebo penanggung jawab pekerjaan itu.

Terkait pekerjaan embung nyaris ambruk di minta kepada pihak Aparat Penegak Hukum (APH) turun ke lokasi menindak tegas, kata warga setempat, kepada rekan media. Tim

 

PT. Halilintar News Group

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *