Beranda BANTAENG

Dinilai Kontraktor Curang, Proyek Bangunan Puskesmas Bissappu Diduga Menyalahi RAB “Tanpa Galian Pondasi”

273
0


Affiliate Banner Unlimited Hosting Indonesia

HALILINTARNEWS.id, BANTAENG — Proyek yang bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) Tahun 2021, sebesar anggaran Rp.5.114.879.000, dikerjakan oleh CV. ELECTRICAL MANHATO dengan Konsultan Pengawas CV. NAILAH MULTICOM KONSULTAN dan Konsultan Perencan CV. ALMAHYRA ENGENEER KONSULTANT, dibawah Dinas Kesehatan Kabupaten Bantaeng.

Menurut Ketua Lembaga Pemberantas Korupsi (LPK) Sulawesi Selatan, Hasan Anwar kepada halilintarnews.id mengatakan, soal proyek pembangunan Puskesmas Bissappu diduga dikerjakan menyalahi aturan kontrak.” Ujarnya

” Sesuai fakta dilapangan berdasarkan hasil pemantauan dari tim LPK sulawesi selatan’ proyek tersebut kata dia, sekeliling bangunan dikerjakan diduga tanpa galian pondasi, namun hanya dilakukan pemadatan dengan permukaan tanah aslinya ” ungkapnya.

“Padahal sudah dianggarkan sesuai kontrak untuk galian tanah pondasi dengan tipe PB3 sedalam 25 cm, pada bagian kiri kanan dan belakang mulai dari gedung perawatan pria hingga pada ruang poli lansia, kata Anwar.

Di ketahui bahwa digambar kerja sangat jelas pondasi lajur PB3 adalah garis muka tanah asli dengan galian yang akan dibuat menunjukkan pondasi sedalam 25 cm, 20 cm Pas Batu Kosong dan 5 cm adalah pasir urug dengan volume ukuran panjang kurang lebih 5.466 m3.

Kemudian proyek tersebut, lanjut kata ketua LPK, diduga dikerjakan tidak sesuai speknya sehingga mengurangi kwalitas dan kwantitas volume pekerjaan.

“ Dengan tidak dilakukannya galian pondasi maka jelas ini pengurangan volume dan perbuatan melawan hukum, dan Kontraktor dianggap melakukan kecurangan ” tegasnya.

“Sementara tenaga tim teknik perusahaan Herman, yang dimintai klarifikasinya melalui Via WhastApp oleh tim LPK Sulsel bersama halilintarnews.id terkait dugaan tidak adanya galian pondasi. Dirinya mengatakan bahwa Pelaksana bekerja sesuai rencana dan petunjuk dari perencanaan dan pengawasan, dan itu bisa dikonprontir dengan konsultan perencana dan pengawasnya pak, baru saya bisa perlihatkan bukti pelaksanaan “. Ujar Herman

Baca Juga :  Gelar Vaksinasi Kolaborasi Karang Taruna dan JOIN, Ilham Azikin : Apresiasi Patut Dijempol

“Lanjut Herman, terkait pemakaian pembesian sudah disesuaikan dengan volume kebutuhan besi, sebagaimana perhitungan perubahan dari konsultan.

“Jangan pemakai pembesian yang menjadi sasaran kesalahan tersebut. Besi sesuai dengan perencanaan SNI, kalau ternyata ada perbedaan berarti bapak seharusnya pertanyakan pihak pabrikan,Karna pabrikan yang bertanggung jawaban dalam hal ini merk dan legalitas logo SNI yang ada disetiap batang Besi ” tegasnya

“Sudah disesuaikan dengan menambah jumlah batang besi dalam setiap bagian sehingga volume dari besi itu sendiri tercukupi. Dan yang kami pakai sesuai SNI sebagaimana terlogo timbul disetiap batang besi ” ucapnya

” Ketika tim LPK kembali pertanyakan lantas bagaimana dengan pemakaian pembesian yang ada di struktur kontruksi tiang Kolom utama Sloef, Balok, dan Ringbalk yang sudah dilakukan pengecoran beton namun tidak sesuai dengan kebutuhan volume pekerjaan dari ukuran diameter tulangan, yang masuk dalam batas toleransi sesuai dengan aturan yang telah ditetapkan dalam SNI “.

“Namun Tenaga Teknik Perusahaan Herman, tidak bisa menjawabnya sama sekali “.

” Menurutnya patut diduga Kontraktor sebagai pelaksana melakukan kecurangan untuk mencari keuntungan yang lebih besar sehingga dalam melaksanakan kegiatan tidak lagi mengacu pada juknis dan spesifikasi tehnik yang ada dalam RAB,” ungkap ketua LPK Sulsel dihadapan halilintarnews.id Selasa, (23/11/2021).

” Lembaga Pemberantas Korupsi (LPK) Sulsel, akan terus mengawal mega proyek miliaran ini hingga sampai batas waktu pekerjaan dianggap selesai sesuai dengan masa tenggang waktu yang telah ditetapkan sebelumnya.
sementara ini dalam Pengumpulan bahan Keterangan (Pulbaket) serta bukti-bukti sebagai bahan acuan pelaporan nantinya kejajaran Aparat Penegak Hukum (APH)” Ujarnya, Ketua LPK Sulsel.

Masih kata Ketua LPK Sulsel Hasan Anwar mengatakan, dengan tegas,”saya selaku Ketua LPK Provinsi Sulawesi Selatan yang sudah beberapa kali di publikasikan di media Online kami siap mempertanggungjawabkan, tegas Hasan Anwar dihadapan halilintarnews.id.

Baca Juga :  Bangunan Kantor Dinkes dan Pengadaan Gedung Layanan Inovasi Kesehatan Miliaran Diduga Tidak Sesuai Spek.

Sementara warga setempat kepada media halilintarnews.id, mengatakan, khawatir bangunan puskesmas tersebut ambruk karena pondasi ketinggian hampir dua meter diduga tanpa ada galian, keluh warga setempat.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here