Beranda BANTAENG

Marak Dugaan Penipuan di PT Huady, Puluhan Canaker Lapor ke Polres Bantaeng, Kasat Reskrim”Belum Tahu”

339
0


Affiliate Banner Unlimited Hosting Indonesia

HALILINTARNEWS.id, BANTAENG — Puluhan calon tenaga kerja PT Huady Nikel Aloy Kabupaten Bantaeng Sulawesi Selatan, mendatangi kantor Polres Bantaeng tujuannya melaporkan tindak pidana”penipuan”.

Menurut korban Canaker PT Huady dihadapan rekan wartawan di kantor Polres Bantaeng pada jumat 24/9/2021 mengatakan,”kami datang di kantor Polres Bantaeng melaporkan terkait dugaan tindak pidana penipuan di bagian Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT), pada jumat 24/9/2021 sekitar pukul 17.30 wita.

Diketahui puluhan tenaga kerja yang berasal dari berbagai Kecamatan, Desa dan Kelurahan di wilayah Kabupaten Bantaeng yakni warga Desa Jannaya, Baruga , Pa’bentengan, Sinoa dan Kelurahan Mallilingi.

Korban Canaker PT Huady menjelaskan, kami merasa tertipu atas ulah oknum yang menjanjikan memastikan diterima bekerja di PT Huady

“Kami disuruh membayar secara berpariasi 4 juta 500 ribu hingga 5 juta,” beber korban.

Ilham (25) warga Kelurahan Mallilingi mengatakan kami semakin curiga karena setiap saya bertanya hanya janji hari saja, namun tak pernah ada bukti alias ditepatinya, keluh Ilham dihadapan rekan wartawan.

Ilham juga memiliki bukti rekaman percakapan pelaku tersebut, kata Ilham.

Ia menambahkan bahwa pelaku dugaan penipuan berjanji akan meloloskan sebelum bulan oktober 2021, katanya.

Dalam rekaman percakapan Ilham dengan DG yang diduga pelaku, berjanji akan meloloskan sebelum bulan sepuluh tahun ini.sambil menyakinkan korban bahwa bos ada disampingnya sambil menyebut nama Andi (Karaeng) bahkan dalam percakapan itu menyebutkan trik untuk lolos seleksi canaker.

Didampingi oleh Ketua LSM TKP, Aidil Adha bersama ketua Koalisi Perempuan Indonesia KPI, Ira dan puluhan Tenaga kerja ini melaporkan Kasus dugaan penipuan dengan modus merekrut canaker dengan iming-iming lulus tanpa tes dengan membayar uang sebesar Rp 4.500.000 sampai dengan Rp.5.000.000,(lima juta Rupiah)

Baca Juga :  ┬áPeduli Kesetaraan Gender, Bantaeng Raih Penghargaan APE 2020

Bahkan menurutnya ada yang dibuatkan. Ijazah palsu, dan pembayaran kartu vaksin SKCK dan lain-lain.

Menurut, Aidil Adha kasus ini sebelumnya sudah dilakukan kompirmasi kepihak menajer HRD PT Huady Nikel Aloy, A.Adrianti Latippa terkait kasus canaker yang diduga kena tipu dimana pelakunya diduga pasangan suami istri.

“Saat ini sekitar 80 orang dan kuat dugaan masih banyak lagi korban lainnya karna setiap Hari melakukan perekrutan, dan tidak tertutup kemungkinan ada dari luar daerah.”kata Aidil

Menurut ketua KPI Ira dihadapan rekan wartawan usai melaporkan kasus ini, berharap agar kasus penipuan dengan modus merekrut canaker bisa terungkap sehingga tidak ada lagi korban lainnya serta menjaga nama baik perusahaan PT.Huady.”jelasnya.

Sementara manajer HRD PT Huady, A. Anrianti Latippa yang akrab disapa Kr.Rita, melalui selulernya, berharap agar masalah ini diselesaikan secara hukum demi menjaga nama baik perusahaan.

Lebih jauh dijelaskannya bahwa perekrut calon tenaga kerja di PT. Huady Nikel Aloy Indonesia tidaklah dipungut biaya apapun karna Huady hadir untuk memberikan manfaat Kesejateraan bagi kemajuan masyarakat khususnya kabupaten Bantaeng” jelas Kr.Rita

“Jika yang bersangkutan memiliki kualifikasi sesuai kebutuhan perusahaan dan ber-KTP Bantaeng, kami pasti rekrut untuk dijadikan pekerjaan di PT.Huady.”pungkasnya.

halilintarnews.id menyambangi di Polres Bantaeng, senin 27/9/2021, salah seorang petugas SPKT Polres Bantaeng membenarkan adanya puluhan orang datang melapor terkait dugaan penipuan.

Sementara Kasat Reskrim Polres Bantaeng AKP Burhan saat di komfirmasi rekan wartawan terkait pelaporan dugaan tindak pidana penipuan di PT Huady, di ruang kerjanya senin 27/9/2021 mengatakan dirinya belum mengetahui mungkin masih ada di ruang SPKT, kata Kasat Reskrim.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here