Bau Busuk dan Asap Debu” Tim Dinas Lingkungan Hidup Gerak Cepat Sambangi PT Huady



HALILINTARNEWS.id, BANTAENG — Maraknya keluhan warga sekitar perusahaan PT Huady Nickel Alloy yang bergerak di bidang Industri pengolahan nikel, diduga terdampak pencemaran lingkungan sangat meresahkan warga Bantaeng lantaran bau busuk dan debu yang beterbangan hingga masuk ke pemukiman warga setempat.

Hal ini warga setempat mengundang keluhan dan keresahan karena asap debu yang berterbangan ke pemukiman, tak sedikit warga mengalami penyakit sesat napas, keluh warga setempat dihadapan media halilintarnews.id.

Menurut Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bantaeng Nasir Awing senin 20/9/2021 mengatakan sebanyak 4 orang yang tergabung Tim Dinas Lingkungan Hidup masing-masing, Kadis Lingkungan Hidup, Kabid P2KL dan Kasi Penanggulangan Pencemaran dan Pemulihan Kerusakan Lingkungan, ungkap Nasir Awing.

Adanya keluhan masyarakat yang berdomisili di sekitar perusahaan PT Huady atas dugaan pencemaran lingkungan, bau busuk dan debu beterbangan masuk ke rumah warga segera kami menindaklanjuti sesuai regulasi yang ada, tutur Kadis Lingkungan Hidup Nasir Awing.

Ia menjelaskan adanya laporan dan keluhan masyarakat di sekitar perusahaan tambang Nikel PT Huady Kecamatan Pa’jukukang Kabupaten Bantaeng Sulawesi Selatan sehingga kami Tim Dinas Lingkungan Hidup “Gerak Cepat” turun ke lokasi menemui pihak PT Huady kemarin, jelas Nasir Awing.

Masih kata Kadis Nasir Awing melalui WA, kepada halilintarnews.id mengungkapkan, kami dari Tim turun menemui pihak PT Huady, segera menangani tanggap cepat keluhan warga Bantaeng terkait dugaan pencemaran bau busuk dan debu beterbangan ke rumah warga, tutur Nasir Awing.

Nasir Awing menambahkan, terkait pertemuan di PT Huady,” bau busuk limba dan debu sementara kami menunggu hasil laboratorium (Lab)” katanya.

Pantauan rekan wartawan di lapangan, salah seorang warga Papan Loe Ira (40) mengatakan, mereka merasa resah bau busuk limba dan debu yang beterbangan di rumahnya, kalau malam tidak bisa tidur, makanan dalam rumah penuh debu dari dalam perusahaan tersebut.

Bacaan Lainnya

“Sudah beberapa tahun terakhir kami menderita hingga anak saya mengalami sesak napas, kata Ira dihadapan rekan wartawan.

PT. Halilintar News Group

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *