Beranda Berita Utama

LSM LIRA Bantaeng Kembali Ungkap Proyek 69 M Dugaan Korupsi Mega Proyek Pantai Seruni

940
0


HALILINTARNEWS.id, BANTAENG — Tak di sangka Proyek pembangunan mega proyek jalan dan pelebaran jalan pesisir pantai Seruni kota Bantaeng Kecamatan Bantaeng Kabupaten Bantaeng Sulawesi Selatan, kembali disorot dan diungkap terkait adanya dugaan korupsi.

Hal ini yang diungkapkan Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) LSM Lumbung Informasi Rakyat (LIRA) Kabupaten Bantaeng Rusli, S.Pd dihadapan wartawan halilintarnews.id, di warkop Satu Wadah (SW) Kelurahan Lembang pada kamis 1/10/2020, menjelaskan, bahwa selama ini pembangunan Mega Proyek jalan pesisir pantai dan pelebaran jalan kota Bantaeng Pantai Seruni tahun anggaran 2013 dan 2014, hasil investigasi terdapat pekerjaan yang diduga menyalahi bestek alias dikerja asal-asalan amburadul.

Berdasarkan data dan fakta dari hasil investigasi dan menitoring dilapangan, maka kami perlu memantau keuangan Negara dan Daerah, adanya indikasi penyalahgunaan jabatan dan tindak pidana korupsi pada proyek pembangunan jalan pesisir pantai Seruni Kota Bantaeng dengan nilai kontrak Rp.24,799, 169, 153. 14 Miliyar. Dan pelebaran  jalan Kota Bantaeng Nilai Kontrak Rp.37, 872, 625, 263 Miliyar. Tahun anggaran 2013 dan 2014 sebesar Rp. 62, 671, 794, 776, 69 Miliyar. Jelas Ketua LSM Lira Rusli.

Ia menambahkan bawa saat itu, Perusahaan PT putra Jaya dan PT Te’ne Jaya (KSO), yang keluar jadi pemenang tender/lelang pada proyek tersebut, kata Rusli.

Masih kata Rusli, proyek tersebut yang terindikasi menyalah bestek seperti pekerjaan pondasi dan kedalaman galian yang kami duga tidak sesuai dengan rencana anggaran Biaya (RAB), dan tidak mengacu pada komposisi  adukan semen dan pasir yang mudah retak dan rusak, katanya.

Seperti BOS CALPER (jembatan kecil) yang roboh dibeberapa titik yang kami duga tidak memakai tiang pancang dan tidak sesuai dengan perencanaan awal atau yang tercantum dalam rencana anggaran biaya (RAB).

Ia menambahkan terkait kasus dugaan korupsi tersebut kami sudah laporkan ke Kejaksaan Tinggi (KEJATI) Provinsi Sulawesi Selatan dibagian petugas  PTSP pada senin 28/9/2020. Dengan bukti surat No: 005/DPD/LMS-LIRA/BTG/IX/2020, papar Rusli.

Hal ini kami Ketua DPD LSM LIRA Kabupaten Bantaeng Rusli meminta kepada Kepala Kejaksaan Tinggi Provinsi Sulawesi Selatan agar segera menindaklanjuti dan memeriksa pelaku yang diduga keras melakukan tindak pidana korupsi. tegas Rusli.

Penulis : Supriadi Awing
halilintarnews.id. 2020

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here